AS Akui Habiskan Rp433,7 Triliun untuk Perang Iran, tapi Biaya Sebenarnya Bisa Rp867,5 Triliun
Kamis, 30 April 2026 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Pentagon itu menolak pertanyaan tentang biaya perang, dengan mengatakan: "Pertanyaan yang akan saya ajukan kepada komite ini adalah, berapa nilainya untuk memastikan bahwa Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir?"
Popularitas Presiden AS Donald Trump telah merosot tajam sejak konflik dimulai dan hanya 34 persen warga Amerika yang menyetujui konflik AS melawan Iran, turun dari 36 persen pada pertengahan April dan 38 persen pada pertengahan Maret, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.
Kubu Partai Demokrat menghujani Hegseth dengan pertanyaan tentang konflik yang tidak berkesudahan tersebut, dengan Anggota Kongres John Garamendi dari California menyebutnya sebagai "rawa" dan "bencana politik dan ekonomi di setiap tingkatan."
Hegseth menanggapi dengan marah. “Anda menyebutnya rawa, memberikan propaganda kepada musuh kita? Malu Anda atas pernyataan itu,” kata Hegseth menanggapi Garamendi.
Hegseth mengecam anggota Kongres dari Partai Demokrat tersebut. “Ceroboh, tidak becus, dan pesimistis. Jangan katakan: ‘Saya mendukung pasukan di satu sisi, dan kemudian misi dua bulan adalah rawa'. Siapa yang Anda dukung di sini? Siapa yang Anda perjuangkan?” kesal Hegseth.
Popularitas Presiden AS Donald Trump telah merosot tajam sejak konflik dimulai dan hanya 34 persen warga Amerika yang menyetujui konflik AS melawan Iran, turun dari 36 persen pada pertengahan April dan 38 persen pada pertengahan Maret, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.
Kubu Partai Demokrat menghujani Hegseth dengan pertanyaan tentang konflik yang tidak berkesudahan tersebut, dengan Anggota Kongres John Garamendi dari California menyebutnya sebagai "rawa" dan "bencana politik dan ekonomi di setiap tingkatan."
Hegseth menanggapi dengan marah. “Anda menyebutnya rawa, memberikan propaganda kepada musuh kita? Malu Anda atas pernyataan itu,” kata Hegseth menanggapi Garamendi.
Hegseth mengecam anggota Kongres dari Partai Demokrat tersebut. “Ceroboh, tidak becus, dan pesimistis. Jangan katakan: ‘Saya mendukung pasukan di satu sisi, dan kemudian misi dua bulan adalah rawa'. Siapa yang Anda dukung di sini? Siapa yang Anda perjuangkan?” kesal Hegseth.
(mas)
Lihat Juga :