Iran: Blokade AS Bertujuan Membuat Kami Runtuh dari Dalam

Kamis, 30 April 2026 - 07:10 WIB
loading...
Iran: Blokade AS Bertujuan...
Teheran sebut blokade Angkatan Laut AS bertujuan untuk membuat Iran runtuh dari dalam. Foto/US Navy
A A A
TEHERAN - Ketua Parlemen yang juga Kepala Negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz bertujuan untuk menciptakan perpecahan dan membuat Teheran runtuh dari dalam.

Menurutnya, Presiden AS Donald Trump membagi Iran menjadi dua kelompok, yakni garis keras dan moderat, dan kemudian segera berbicara tentang blokade Angkatan Laut untuk memaksa Iran tunduk melalui tekanan ekonomi dan perselisihan internal.

Baca Juga: Ekonom AS Jeffrey Sachs: Perang Iran Adalah Proyek yang Telah Lama Direncanakan

Dengan terbunuhnya sejumlah pemimpin Iran oleh serangan AS-Israel, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, telah terjadi spekulasi luas mengenai keseimbangan kekuasaan di dalam Iran.

Trump mengatakan awal bulan ini bahwa pemerintah Iran "sangat terpecah belah, dan itu tidak mengejutkan."

"Musuh telah memasuki fase baru dan ingin mengaktifkan tekanan ekonomi dan perpecahan internal melalui blokade Angkatan Laut dan pemberitaan media untuk melemahkan atau bahkan membuat kami runtuh dari dalam," katanya pada hari Rabu, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (30/4/2026).

Dia menyerukan "mempertahankan persatuan" sebagai satu-satunya solusi.

Amerika Serikat telah memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai balasan atas penutupan Selat Hormuz oleh Teheran, jalur pelayaran vital untuk minyak dan gas global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved