3 Taktik Kejutan AL IRGC dalam Menghadapi Agresi AS Jilid II

Rabu, 29 April 2026 - 10:25 WIB
loading...
3 Taktik Kejutan AL...
Angkatan laut IRGC menyiapkan taktik kejiutan dalam agresi AS jilid II. Foto/Press TV
A A A
TEHERAN - Wakil urusan politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Akbarzadeh mengatakan "taktik kejutan" angkatan laut menunggu Amerika Serikat jika terjadi kesalahan perhitungan baru.

Mohammad Akbarzadeh menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Selasa di kota Minab, Iran selatan, tempat lebih dari 170 siswa dan staf sekolah gugur pada hari pertama serangan terbaru agresi tanpa provokasi AS dan rezim Israel yang menargetkan Republik Islam pada 28 Februari.

3 Taktik Kejutan AL IRGC dalam Menghadapi Agresi AS Jilid II

1. Menyergap dan Membakar Kapal Perang AS

"Jika terjadi tindakan militer [baru] oleh Amerika Serikat terhadap Iran, Angkatan Laut IRGC akan mengerahkan kemampuan barunya," katanya.

Menanggapi tindakan agresi tersebut, tambahnya, Angkatan Laut akan "menggunakan kartu-kartu barunya, termasuk di bidang penargetan cerdas, dan akan membakar kapal-kapal besar rezim kriminal itu dengan amarahnya dan melumpuhkannya."



2. Menyiapkan 100 Gelombang Serangan Balasan di Seluruh Wilayah Timur Tengah

Republik Islam juga akan "menggunakan instrumen kekuatan lainnya di berbagai front perlawanan lainnya," simpul pejabat tersebut.

Angkatan Bersenjata Iran menghadapi agresi tersebut dengan setidaknya 100 gelombang serangan balasan yang menentukan dan bersifat pembalasan terhadap target-target Amerika dan Israel yang sensitif dan strategis di wilayah Timur Tengah yang luas.

3. Mengonsolidasikan Kelompok Perlawanan Regional

Pembalasan tersebut, yang sebagian dilakukan bekerja sama dengan kelompok-kelompok perlawanan regional, mendorong AS untuk mengumumkan jeda dua minggu dalam serangannya pada 7 April sebelum memperpanjang gencatan senjata setelah berakhirnya masa berlakunya.

Para pejabat Amerika sendiri telah mengakui bahwa Republik Islam terus mempertahankan kemampuan militer yang substansial, meskipun terjadi agresi.

Selasa lalu, CBS News mengutip beberapa pejabat yang mengatakan bahwa pernyataan publik dari Gedung Putih dan Departemen Perang AS mungkin meremehkan kekuatan militer Iran yang tersisa setelah agresi tersebut.

Menurut tiga pejabat, sekitar setengah dari persediaan rudal balistik Iran dan sistem peluncurannya tetap utuh pada awal gencatan senjata. Para pejabat juga mengatakan sekitar 60 persen dari angkatan laut IRGC masih ada, termasuk kapal serang cepat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved