Makin Memanas, Trump Perintahkan Militer AS Tembak dan Bunuh Kapal-kapal Iran
Jum'at, 24 April 2026 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, masih belum jelas kapan, atau apakah, AS dan Iran akan bertemu lagi di ibu kota Pakistan, Islamabad, di mana para mediator berusaha untuk mempertemukan kedua negara untuk mencapai kesepakatan diplomatik yang mengakhiri konflik tersebut.
Negosiasi yang awalnya direncanakan minggu ini belum terjadi. Iran bersikeras tidak akan hadir sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal Iran. Gedung Putih bersikeras tidak akan ikut serta sampai Teheran membuka selat tersebut untuk lalu lintas internasional.
Pada hari Kamis, Departemen Perang AS merilis rekaman video pasukan Amerika di dek kapal tanker minyak Majestic X, yang disita di Samudra Hindia. Kapal tersebut mengibarkan bendera Guyana, meskipun negara Guyana mengatakan kapal itu tidak terdaftar di sana.
Rekaman tersebut muncul sehari setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyerang tiga kapal kargo di selat tersebut, menangkap dua di antaranya, dalam serangan yang menimbulkan kekhawatiran baru tentang keselamatan pelayaran melalui jalur air tersebut.
Kepala peradilan Iran yang berpengaruh, Gholam Hossein Mohseni Ejei, mengatakan tiga "kapal pelanggar" di selat tersebut "akan dikenai tindakan penegakan hukum".
“Pameran kekuatan oleh angkatan bersenjata Iran di Selat Hormuz adalah sumber kebanggaan,” tulisnya di X, mengeklaim bahwa Amerika “kurang berani” untuk mendekati selat tersebut.
Negosiasi yang awalnya direncanakan minggu ini belum terjadi. Iran bersikeras tidak akan hadir sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal Iran. Gedung Putih bersikeras tidak akan ikut serta sampai Teheran membuka selat tersebut untuk lalu lintas internasional.
Pada hari Kamis, Departemen Perang AS merilis rekaman video pasukan Amerika di dek kapal tanker minyak Majestic X, yang disita di Samudra Hindia. Kapal tersebut mengibarkan bendera Guyana, meskipun negara Guyana mengatakan kapal itu tidak terdaftar di sana.
Rekaman tersebut muncul sehari setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyerang tiga kapal kargo di selat tersebut, menangkap dua di antaranya, dalam serangan yang menimbulkan kekhawatiran baru tentang keselamatan pelayaran melalui jalur air tersebut.
Kepala peradilan Iran yang berpengaruh, Gholam Hossein Mohseni Ejei, mengatakan tiga "kapal pelanggar" di selat tersebut "akan dikenai tindakan penegakan hukum".
“Pameran kekuatan oleh angkatan bersenjata Iran di Selat Hormuz adalah sumber kebanggaan,” tulisnya di X, mengeklaim bahwa Amerika “kurang berani” untuk mendekati selat tersebut.
Lihat Juga :