Blokade AS Runtuh, 34 Kapal Hantu Iran Menyelinap Bawa Minyak Senilai Rp15,6 Triliun
Kamis, 23 April 2026 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Pada 18 April, Iran mengumumkan bahwa kendali atas Selat Hormuz telah "kembali ke keadaan semula" di tengah blokade Angkatan Laut AS yang terus berlanjut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dalam sebuah unggahan di X, Angkatan Laut Iran mengatakan bahwa semua transit memerlukan izin dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan bahwa kapal sipil hanya diizinkan untuk melewati rute yang ditentukan Iran dan bahwa kapal militer masih dilarang untuk melewatinya.
Mereka menyebut serangkaian kondisi tersebut sebagai "tatanan baru", menyatakan bahwa hal itu selaras dengan ketentuan perjanjian gencatan senjata.
Setidaknya 30 kapal mencoba melewati selat tersebut setelah Iran mengumumkan pada hari Sabtu bahwa selat tersebut akan "sepenuhnya terbuka" tetapi kemudian mengklarifikasi bahwa izin akan diperlukan agar kapal dapat melewatinya.
Sebuah kapal kontainer Prancis dan sebuah kapal tanker India ditembak oleh pasukan Iran pada hari Sabtu. Laporan tersebut mencatat bahwa pemilik kapal menyebut penutupan selat oleh AS dan Iran sebagai "blokade ganda".
Dalam sebuah unggahan di X, Angkatan Laut Iran mengatakan bahwa semua transit memerlukan izin dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan bahwa kapal sipil hanya diizinkan untuk melewati rute yang ditentukan Iran dan bahwa kapal militer masih dilarang untuk melewatinya.
Mereka menyebut serangkaian kondisi tersebut sebagai "tatanan baru", menyatakan bahwa hal itu selaras dengan ketentuan perjanjian gencatan senjata.
Setidaknya 30 kapal mencoba melewati selat tersebut setelah Iran mengumumkan pada hari Sabtu bahwa selat tersebut akan "sepenuhnya terbuka" tetapi kemudian mengklarifikasi bahwa izin akan diperlukan agar kapal dapat melewatinya.
Sebuah kapal kontainer Prancis dan sebuah kapal tanker India ditembak oleh pasukan Iran pada hari Sabtu. Laporan tersebut mencatat bahwa pemilik kapal menyebut penutupan selat oleh AS dan Iran sebagai "blokade ganda".
(mas)
Lihat Juga :