Didekati 19 Pesawat China, Taiwan Kerahkan Jet Tempur dan Rudal
Sabtu, 19 September 2020 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
China, pada konferensi pers hari Jumat, menyinggung pihak penjaga perdamaian PBB. Beijing juga mengumumkan latihan tempur di dekat Selat Taiwan dan mengecam apa yang disebutnya kolusi antara pulau itu dengan Amerika Serikat (AS).
Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Ekonomi Keith Krach tiba di Taipei pada hari Kamis untuk kunjungan tiga hari. Kunjungan pejabat Departemen Luar Negeri senior AS ini membuat Beijing marah.
Kementerian Pertahanan Taiwan, dalam pernyataan terpisah, mengatakan China melakukan kegiatan provokatif, yang secara serius merusak perdamaian dan stabilitas. (Baca juga: Sebanyak 18 Pesawat Militer China Berdengung Dekat Taiwan saat Wamenlu AS Berkunjung )
"Kementerian Pertahanan dengan keras mengutuk ini, dan meminta otoritas daratan (China) untuk mengendalikan diri mereka sendiri dan mundur dari tepi," kata kementerian tersebut, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, tabloid yang dikelola Partai Komunis China; Global Times, mengatakan dalam editorial hari Sabtu bahwa latihan militer hari Jumat adalah latihan untuk mengambil alih Taiwan.
“AS dan Taiwan tidak boleh salah menilai situasinya, atau meyakini bahwa latihan tersebut hanyalah gertakan. Jika mereka terus melakukan provokasi, pasti akan terjadi perang," bunyi editorial tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Ekonomi Keith Krach tiba di Taipei pada hari Kamis untuk kunjungan tiga hari. Kunjungan pejabat Departemen Luar Negeri senior AS ini membuat Beijing marah.
Kementerian Pertahanan Taiwan, dalam pernyataan terpisah, mengatakan China melakukan kegiatan provokatif, yang secara serius merusak perdamaian dan stabilitas. (Baca juga: Sebanyak 18 Pesawat Militer China Berdengung Dekat Taiwan saat Wamenlu AS Berkunjung )
"Kementerian Pertahanan dengan keras mengutuk ini, dan meminta otoritas daratan (China) untuk mengendalikan diri mereka sendiri dan mundur dari tepi," kata kementerian tersebut, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, tabloid yang dikelola Partai Komunis China; Global Times, mengatakan dalam editorial hari Sabtu bahwa latihan militer hari Jumat adalah latihan untuk mengambil alih Taiwan.
“AS dan Taiwan tidak boleh salah menilai situasinya, atau meyakini bahwa latihan tersebut hanyalah gertakan. Jika mereka terus melakukan provokasi, pasti akan terjadi perang," bunyi editorial tersebut.
Lihat Juga :