Negara Arab Ini Ancam Tinggalkan Dolar dan Beralih ke Yuan

Senin, 20 April 2026 - 20:25 WIB
loading...
Negara Arab Ini Ancam...
Uni Emirat Arab ancam tinggalkan dolar dan beralih ke yuan. Foto/X
A A A
DUBAI - Uni Emirat Arab memperingatkan Departemen Keuangan AS bahwa mereka dapat "terpaksa menggunakan yuan China" dalam perdagangan minyak. Itu dilaporkan Wall Street Journal pada hari Minggu.

Gubernur Bank Sentral UEA, Khaled Mohamed Balama, menyampaikan apa yang digambarkan surat kabar tersebut sebagai "ancaman tersirat" terhadap posisi dominan dolar selama pertemuan dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, di Washington pekan lalu, kata media tersebut, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Balama dilaporkan menjelaskan bahwa Abu Dhabi mungkin memerlukan bantuan untuk mencegah krisis likuiditas dolar jika dampak ekonomi dari perang AS melawan Iran terus meningkat.



Teheran telah mengejar strategi tekanan asimetris yang bertujuan untuk meningkatkan biaya bagi Washington dan sekutunya. UEA menanggung beban pembalasan Iran terhadap pangkalan militer AS dan lokasi bernilai tinggi lainnya, dengan lebih dari 2.800 drone dan rudal dilaporkan ditembakkan ke negara tersebut.

Departemen Keuangan AS dapat menawarkan pertukaran mata uang, meskipun jenis pengaturan ini biasanya ditangani oleh Federal Reserve.

WSJ mengatakan persetujuan Fed untuk UEA tidak mungkin terjadi dan mengutip preseden tahun lalu di mana paket dukungan senilai USD20 miliar diatur oleh Departemen Keuangan untuk Argentina menjelang pemilihan penting.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengemukakan gagasan agar negara-negara Teluk sebagian menanggung biaya perang Iran. Profesor Harvard Kennedy School, Linda Bilmes, memperkirakan bahwa AS secara langsung menghabiskan $2 miliar per hari dalam 40 hari pertama konflik tersebut.

Kekecewaan Arab terhadap kebijakan AS telah muncul dalam komentar publik dari tokoh-tokoh yang terkait dengan pemerintah Teluk. Pada hari Minggu, Abdulkhaleq Abdulla, mantan penasihat Presiden UEA Mohammed bin Zayed, menyerukan agar pangkalan militer AS di negara itu ditutup, dengan alasan bahwa pangkalan tersebut merupakan beban daripada aset strategis. Ia malah menganjurkan untuk memprioritaskan akuisisi persenjataan canggih AS sebagai strategi pertahanan nasional alternatif.

Iran juga telah mengumpulkan pembayaran untuk kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz yang dianggap netral dalam konflik tersebut, menuntut pembayaran dalam yuan atau mata uang kripto – yang membantu menghindari kontrol keuangan AS dan potensi sanksi.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Laba Maskapai Penerbangan...
Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 
Rekomendasi
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved