Israel Kesal pada 3 Negara Bersenjata Nuklir Ini, Dianggap Dukung Iran

Senin, 20 April 2026 - 10:33 WIB
loading...
Israel Kesal pada 3...
Israel kesal pada Prancis, China, dan Pakistan, menganggap ketiga negara bersenjata nuklir itu mendukung Iran. Foto/Anadolu
A A A
NEW YORK - Israel menyampaikan kekesalannya pada tiga negara bersenjata nuklir; Prancis, China, dan Pakistan. Menurut rezim Zionis, ketiga negara itu secara efektif mendukung Iran dengan membuat kesepakatan untuk mengamankan jalur aman bagi kapal-kapal mereka melintasi Selat Hormuz.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengecam para koleganya dari Prancis, China, dan Pakistan, dalam unggahan di X.

Baca Juga: Militer Iran Janji Balas Dendam usai Kapalnya Ditembaki dan Dirampas AS

Kecaman Danon muncul setelah laporan sejumlah media Barat mengungkap bahwa kapal-kapal komersial dari ketiga negara tersebut dapat melewati Selat Hormuz selama blokade—dalam beberapa kasus dengan izin Iran— meskipun ada pembatasan yang lebih luas terhadap pelayaran yang diberlakukan oleh Teheran.

“Saya bertanya kepada duta besar Prancis: Berapa banyak uang yang Anda bayarkan kepada Iran untuk memindahkan kapal dengan aman melalui Selat Hormuz?” tulis Danon di X tak lama setelah berbicara di sesi Majelis Umum PBB tentang blokade Selat Hormuz.

“Anehnya, dia tidak punya jawaban,” lanjut dia. “Duta Besar China dan Pakistan juga tidak punya jawaban," imbuh dia, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (20/4/2026).

Navigasi melalui Selat Hormuz, jalur utama yang menangani sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair global, telah terganggu sejak Teheran secara efektif memblokir jalur air tersebut sebagai respons terhadap kampanye pengeboman Amerika Serikat (AS)-Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Pada hari Jumat, Iran membuka Selat untuk semua kapal komersial, dengan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari pengaturan yang terkait dengan gencatan senjata Israel-Lebanon. Tapi tak lama kemudian, Iran menutupnya kembali.

Keputusan penutupan kembali Selat Hormuz diambil Iran ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan damai tercapai.

Washington memberlakukan pembatasan tersebut setelah perundingan damai AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan pada 12 April lalu.

Pada bulan Maret, Iran mengatakan bahwa kapal-kapal dari India, China, Rusia, Irak, Pakistan, dan Sri Lanka akan diizinkan untuk melewati jalur perairan penting tersebut.

Beijing menduduki peringkat sebagai pembeli minyak Iran terbesar dan sebagian besar pasokannya melewati jalur perairan tersebut. Pada saat yang sama, otoritas Malaysia berterima kasih kepada Teheran karena mengizinkan kapal-kapal negara tersebut untuk melewati Selat Hormuz.

Pada bulan April, Financial Times, yang mengutip data pelacakan, melaporkan bahwa sebuah kapal kontainer milik perusahaan pelayaran Prancis telah berlayar melalui Selat Hormuz bersama dengan beberapa kapal lainnya.

Di PBB, Prancis sebelumnya memberikan suara mendukung resolusi yang mengutuk blokade Iran terhadap selat tersebut, China memveto langkah-langkah tersebut atau memberikan suara menentang kata-kata yang kritis, sementara Pakistan abstain.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved