Kirim Sinyal Tolak Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Korut Luncurkan Rudal Balistik
Minggu, 19 April 2026 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan telah mengadakan pertemuan keamanan darurat, menurut laporan media.
Melansir Al Jazeera, uji coba semacam itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap program rudal Korea Utara. Negara yang terisolasi secara diplomatik ini menolak larangan PBB dan mengatakan bahwa larangan tersebut melanggar hak kedaulatannya untuk membela diri.
Peluncuran tersebut terjadi ketika China dan AS bersiap untuk pertemuan puncak pada pertengahan Mei, di mana Presiden China Xi Jinping dan mitranya dari AS, Donald Trump, diperkirakan akan membahas Korea Utara.
Korea Utara telah membuat kemajuan "sangat serius" dalam kemampuannya untuk memproduksi senjata nuklir, dengan kemungkinan penambahan fasilitas pengayaan uranium baru, kata kepala Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi pada hari Rabu.
Akhir bulan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir tidak dapat diubah dan bahwa perluasan "penangkal nuklir untuk membela diri" sangat penting untuk keamanan nasional.
Melansir Al Jazeera, uji coba semacam itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap program rudal Korea Utara. Negara yang terisolasi secara diplomatik ini menolak larangan PBB dan mengatakan bahwa larangan tersebut melanggar hak kedaulatannya untuk membela diri.
Peluncuran tersebut terjadi ketika China dan AS bersiap untuk pertemuan puncak pada pertengahan Mei, di mana Presiden China Xi Jinping dan mitranya dari AS, Donald Trump, diperkirakan akan membahas Korea Utara.
Korea Utara telah membuat kemajuan "sangat serius" dalam kemampuannya untuk memproduksi senjata nuklir, dengan kemungkinan penambahan fasilitas pengayaan uranium baru, kata kepala Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi pada hari Rabu.
Akhir bulan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir tidak dapat diubah dan bahwa perluasan "penangkal nuklir untuk membela diri" sangat penting untuk keamanan nasional.
(ahm)
Lihat Juga :