Dua Kapalnya Ditembaki di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran

Minggu, 19 April 2026 - 05:35 WIB
loading...
A A A
Iran telah memutuskan untuk membuka kembali selat tersebut untuk lalu lintas komersial di sepanjang rute yang telah ditentukan setelah Israel dan Lebanon mencapai gencatan senjata yang dimediasi AS pada hari Kamis. Teheran mengatakan bahwa gencatan senjata mereka sendiri dengan AS dan Israel tentu saja termasuk Lebanon.

Namun Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pasukan Amerika akan terus memblokade Iran tanpa terkecuali.

Keterlibatan energi India dengan Iran telah meluas melampaui fasilitasi transit selama konflik. Perusahaan minyak milik negara India, Indian Oil Corporation, membeli 2 juta barel minyak mentah Iran di atas kapal tanker Jaya, pembelian pertama negara itu dalam tujuh tahun, di bawah pengecualian sanksi AS sementara selama 30 hari yang mengizinkan penjualan minyak Iran yang sudah dimuat di kapal di laut.

Pengecualian yang dikeluarkan Washington pada bulan Maret itu akan berakhir pada hari Minggu, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa pengecualian tersebut tidak akan diperpanjang.

Perusahaan lainnya, Reliance Industries, juga mengizinkan lima kapal yang membawa minyak mentah Iran untuk berlabuh di terminal Sikka di Gujarat, tetapi menolak dua kargo minyak karena "persyaratan kepatuhan", menurut laporan Reuters.

Kedua perusahaan tersebut menyelesaikan pembelian dalam yuan China, yang disalurkan melalui kantor ICICI Bank di Shanghai.

Ketika ditanya pada konferensi pers apakah India telah membeli minyak mentah Iran menggunakan yuan China, sekretaris bersama di Kementerian Perminyakan dan Gas Alam, Sujata Sharma, mengatakan: “Memenuhi permintaan domestik adalah prioritas utama kami. Perusahaan pemasaran minyak kami beroperasi sesuai aturan.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved