5 Alasan Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Salah Satunya Trump Terlalu Banyak Bicara

Sabtu, 18 April 2026 - 19:15 WIB
loading...
5 Alasan Iran Tutup...
Iran kembali menutup selat Hormuz. Foto/X
A A A
TEHERAN - Ebrahim Azizi, kepala Komite Keamanan Nasional Iran , yang menjelaskan situasi terkini seperti yang dilihat Iran di Selat Iran, bahwa Iran mencoba menggunakan titik strategis penting ini untuk keuntungannya dalam konteks keamanan regional, di pasar energi, dan mungkin sebagai kartu tawar-menawar terpenting dalam perhitungan diplomatik Iran dalam negosiasi lebih lanjut.

Kemudian, Markas militer Khatam al-Anbiya Iran mengungkapkan, Republik Islam Iran, mengikuti kesepakatan sebelumnya yang dicapai dalam negosiasi yang dilakukan dengan itikad baik, setuju untuk mengatur lalu lintas sejumlah kapal minyak dan kapal dagang melalui Selat Hormuz.

“Sayangnya, Amerika, dengan pelanggaran kepercayaan berulang yang merupakan bagian dari sejarah mereka, terus melakukan tindakan pembajakan dan pencurian maritim dengan dalih apa yang disebut blokade.

“Jalur air strategis ini berada di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat oleh angkatan bersenjata. Selama Amerika Serikat tidak mengakhiri kebebasan penuh pergerakan kapal dari Iran ke tujuan mereka dan kembali, situasi di Selat Hormuz akan tetap berada di bawah pengawasan ketat dan akan tetap seperti sebelumnya.”

Semua ini menunjukkan pengaruh yang coba digunakan Iran sebagai titik tekanan, sebagai tekanan ekonomi, dan dalam konteks keamanan regional.


5 Alasan Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Salah Satunya Trump Terlalu Banyak Bicara

1. Belum Ada Kerangka Kerja Bersama

Menanggapi pertanyaan tentang potensi putaran pembicaraan baru dengan AS, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan bahwa hal itu tidak dapat terjadi sampai kedua pihak menyepakati kerangka kerja bersama.

“Sampai kita menyepakati kerangka kerja, kita tidak dapat menetapkan tanggalnya,” kata Khatibzadeh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Blunder Kiper, Meksiko...
Blunder Kiper, Meksiko Tundukkan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Berita Terkini
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved