Viral! Puluhan Ribu Lebah Serang Israel dan Kepung Pesawat Militer, Dianggap Hukuman Tuhan
Jum'at, 17 April 2026 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
Bentang alam Israel juga berperan, karena negara ini terletak di sepanjang koridor migrasi utama bagi serangga dan penyerbuk yang bergerak antara Afrika, Eropa, dan Asia. Dikombinasikan dengan pertanian yang padat, termasuk kebun jeruk, bunga liar, dan lahan pertanian yang diairi, hal ini menciptakan kondisi makanan yang ideal yang dapat mendukung populasi lebah yang luar biasa besar pada waktu-waktu tertentu dalam setahun.
Perluasan kota semakin meningkatkan pertemuan antara manusia dan lebah.
Seiring pertumbuhan kota, lebah semakin banyak membuat sarang di dinding, atap, kotak utilitas, dan bangunan terbengkalai, yang berarti bahwa ketika koloni berpindah tempat, mereka lebih cenderung muncul di atas jalan, pasar, dan lingkungan perumahan daripada di ladang terpencil.
Pola cuaca juga dapat berkontribusi pada penampakan massal lebah secara tiba-tiba, dengan periode suhu hangat diikuti oleh angin sepoi-sepoi yang dapat mendorong lebah untuk meninggalkan sarang yang sudah ada pada waktu yang bersamaan, menciptakan penampakan kawanan yang terkoordinasi bahkan ketika pergerakan tersebut merupakan bagian dari perilaku koloni yang rutin.
Para spesialis juga menunjukkan bahwa adegan dramatis ini jarang dikaitkan dengan agresi. Lebah yang berkerumun biasanya fokus pada melindungi ratu mereka dan menemukan lokasi sarang baru, sehingga mereka kurang defensif daripada lebah yang menjaga sarang yang sudah ada.
Kawanan lebah ini muncul kurang dari sebulan setelah ribuan burung gagak memenuhi langit di atas Tel Aviv. Kejadian serbuan gagak pada 24 Maret juga diikuti oleh klaim orang-orang sebagai peringatan "pertanda malapetaka".
"Ini dianggap oleh banyak orang sebagai 'pertanda malapetaka' karena sering diikuti oleh bencana total," tulis seorang pengguna di X, sementara yang lain mengaitkannya dengan nubuat Alkitab.
Ada juga warganet yang mengaitkan serbuan lebah di Israel ini dengan Surah Al-A'raf (7:133), sebuah ayat dari Al-Qur'an yang mengatakan, “Maka Kami turunkan kepada mereka banjir, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai tanda-tanda yang nyata, tetapi mereka sombong dan merupakan kaum yang durhaka."
Perluasan kota semakin meningkatkan pertemuan antara manusia dan lebah.
Seiring pertumbuhan kota, lebah semakin banyak membuat sarang di dinding, atap, kotak utilitas, dan bangunan terbengkalai, yang berarti bahwa ketika koloni berpindah tempat, mereka lebih cenderung muncul di atas jalan, pasar, dan lingkungan perumahan daripada di ladang terpencil.
Pola cuaca juga dapat berkontribusi pada penampakan massal lebah secara tiba-tiba, dengan periode suhu hangat diikuti oleh angin sepoi-sepoi yang dapat mendorong lebah untuk meninggalkan sarang yang sudah ada pada waktu yang bersamaan, menciptakan penampakan kawanan yang terkoordinasi bahkan ketika pergerakan tersebut merupakan bagian dari perilaku koloni yang rutin.
Para spesialis juga menunjukkan bahwa adegan dramatis ini jarang dikaitkan dengan agresi. Lebah yang berkerumun biasanya fokus pada melindungi ratu mereka dan menemukan lokasi sarang baru, sehingga mereka kurang defensif daripada lebah yang menjaga sarang yang sudah ada.
Kawanan lebah ini muncul kurang dari sebulan setelah ribuan burung gagak memenuhi langit di atas Tel Aviv. Kejadian serbuan gagak pada 24 Maret juga diikuti oleh klaim orang-orang sebagai peringatan "pertanda malapetaka".
"Ini dianggap oleh banyak orang sebagai 'pertanda malapetaka' karena sering diikuti oleh bencana total," tulis seorang pengguna di X, sementara yang lain mengaitkannya dengan nubuat Alkitab.
Ada juga warganet yang mengaitkan serbuan lebah di Israel ini dengan Surah Al-A'raf (7:133), sebuah ayat dari Al-Qur'an yang mengatakan, “Maka Kami turunkan kepada mereka banjir, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai tanda-tanda yang nyata, tetapi mereka sombong dan merupakan kaum yang durhaka."
(mas)
Lihat Juga :