Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris

Jum'at, 17 April 2026 - 10:32 WIB
loading...
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel melawan Iran yang meluas ke seluruh Timur Tengah telah mengungkap kelemahan militer Inggris, yakni lambat melindungi pangkalannya di Siprus dari serangan drone. Foto/Royal Navy
A A A
LONDON - Perang Amerika Serikat (AS) Israel melawan Iran, yang meluas ke seluruh Timur Tengah, telah mengungkap kelemahan militer Kerajaan Inggris.

Kondisi tersebut telah menambah tekanan pada Perdana Menteri (PM) Keir Starmer untuk menepati janjinya untuk berinvestasi dalam pertahanan setelah bertahun-tahun ada peringatan dari para petinggi militer tentang kemampuan London yang semakin menyusut.

Baca Juga: Trump Ledek Kapal Induk Inggris seperti Mainan, Kesal karena Tak Dukung AS Melawan Iran

Mengutip laporan dari Reuters, Jumat (17/4/2026), kelemahan militer Inggris terungkap ketika ketika pangkalan militernya di Siprus dihantam oleh drone pada awal perang Iran pada Maret lalu. Inggris, yang Angkatan Laut-nya merupakan yang terbesar di dunia pada awal Perang Dunia II, membutuhkan waktu tiga minggu untuk mengerahkan satu kapal perang ke Mediterania timur.

Prancis, Yunani, dan Italia mengirimkan kapal perang ke Siprus dalam beberapa hari.

Kapasitas militer Inggris yang menurun telah menjadi perhatian Presiden AS Donald Trump. Dia menyebut dua kapal induk Inggris sebagai "mainan", sementara Menteri Perang AS Pete Hegseth mengejek apa yang disebutnya sebagai "Angkatan Laut Kerajaan yang besar dan jahat".

Membela rekornya di bidang angkatan bersenjata, PM Starmer mengatakan pada Rabu lalu bahwa pemerintahannya, yang berkuasa selama hampir dua tahun, telah menerapkan peningkatan pengeluaran militer berkelanjutan terbesar sejak Perang Dingin.

Militer Inggris sekarang ukurannya sekitar setengah dari ukuran sebelumnya dan Angkatan Darat-nya adalah yang terkecil sejak awal abad ke-19.

Berikut adalah detail mengenai skala penurunan dan kemampuan negara NATO tersebut saat ini.

Angkatan Laut


Angkatan Laut Kerajaan Inggris memiliki 38.000 personel. Angkatan Laut ini mengoperasikan dua kapal induk dan armada gabungan yang terdiri dari 13 kapal perusak dan fregat.

Jumlah personel ini telah menyusut dari sekitar 62.000 orang, tiga kapal induk, dan sekitar 50 kapal perusak dan fregat pada tahun 1991.

Keterlambatan pengiriman kapal perang ke Siprus memicu kritik terhadap armada kapal permukaan Angkatan Laut yang tersedia.

HMS Dragon, kapal perusak pertahanan udara Tipe 45, tiba di Mediterania timur pada 23 Maret, sementara Angkatan Laut Kerajaan telah menyatakan sejak pecahnya perang Iran bahwa mereka sedang men-upgradekapal dok pendaratan amfibi RFA Lime Bay untuk meningkatkan kemampuan pencarian ranjau dan teknologi otonomnya.

Pengerahan tersebut dibandingkan dengan Perang Teluk pada tahun 1990-1991, ketika Angkatan Laut Kerajaan mengirimkan 21 kapal permukaan dan dua kapal selam ditambah 11 kapal Royal Fleet Auxiliary ke wilayah tersebut.

Armada yang lebih kecil ini muncul setelah pemotongan anggaran pertahanan selama beberapa dekade sejak awal tahun 1990-an, ketika sekitar 3,8% dari produk domestik bruto dihabiskan untuk militer dibandingkan dengan 2,3% yang dihabiskan pada tahun 2024.

Hingga Desember 2025, Inggris memiliki kapal perang yang hadir di Timur Tengah selama beberapa dekade, tetapi hal itu berakhir ketika HMS Lancaster dinonaktifkan di Bahrain hanya beberapa minggu sebelum dimulainya perang Iran.

Fregat-fregat Angkatan Laut Kerajaan yang sudah tua perlu dipensiunkan sebelum penggantinya tersedia, sementara kapal perusaknya sedang menjalani pekerjaan pemeliharaan. Armada yang terdiri dari 13 fregat Tipe 26 dan Tipe 31 baru dijadwalkan akan mulai beroperasi dalam beberapa tahun mendatang.

Angkatan Laut Kerajaan juga terbebani oleh ancaman Rusia yang lebih dekat ke dalam negeri, dengan kapal perang Inggris baru-baru ini menghabiskan waktu sebulan di Atlantik Utara untuk melacak kapal selam Rusia.

Sekitar seperlima dari anggaran pertahanan Inggris tersebut digunakan untuk kapal selam nuklir. Ini termasuk penangkal nuklir Trident, yang terdiri dari empat kapal selam kelas Vanguard. Di bawah kebijakan Pencegahan Berkelanjutan di Laut, setidaknya satu dari kapal selam tersebut berpatroli di laut setiap saat.

Kapal selam kelas Vanguard akan digantikan oleh kelas Dreadnought pada awal tahun 2030-an.

Angkatan Udara


Angkatan Udara Kerajaan (RAF) memiliki lebih dari 150 jet tempur yang beroperasi, dua pertiga di antaranya adalah Eurofighter Typhoon dan sisanya Lockheed Martin F-35. RAF memiliki staf tetap sekitar 31.000 orang.

Pada tahun 1991, RAF memiliki sekitar 700 pesawat tempur jet cepat dan sekitar 88.000 orang. Selama Perang Teluk 1990-1991, RAF mengerahkan 157 pesawat ke wilayah tersebut, termasuk lebih dari 80 jet tempur.

Sebelum dimulainya perang Iran, Inggris mengirim enam pesawat F-35 ke Siprus dan empat pesawat Typhoon dari Skuadron 12, unit gabungan RAF dan Qatar, ke Qatar. Kemudian, Inggris mengirim empat pesawat Typhoon tambahan ke Qatar pada awal Maret setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai.

Tidak seperti Perang Teluk, ketika Inggris menjadi anggota aktif koalisi pimpinan AS yang memerangi Irak pimpinan Saddam Hussein, Inggris tidak terlibat langsung dalam konflik saat ini dengan Iran, meskipun Starmer telah mengizinkan apa yang disebutnya misi defensif yang bertujuan untuk melindungi penduduk di wilayah tersebut, termasuk warga negara Inggris.

Angkatan Darat


Kekuatan Angkatan Darat Inggris saat ini adalah 74.000 personel penuh waktu, turun dari 148.000 personel pada tahun 1991.

Jumlah tank tempur utama telah menurun dari sekitar 1.200 unit pada akhir Perang Dingin menjadi sekitar 150 unit yang saat ini beroperasi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Berita Terkini
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved