Mampukah S-400 Rusia di China Rontokkan Rudal AS di Taiwan?
Sabtu, 19 September 2020 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Sistem pertahanan udara S-400 dibuat untuk melawan semua ancaman udara modern dan bahkan beberapa calon ancaman udara, termasuk jet generasi kelima, pesawat pembom, rudal balistik antarbenua, serangan rudal besar-besaran, dan sebagainya.
Melansir laporan analisis Russia Beyond , Sabtu (19/9/2020), profesor Akademi Ilmu Militer Vadim Kozulin mengatakan S-400 pasti akan mampu menjatuhkan rudal AGM-84H/K SLAM-ER yang cocok untuk jet tempur F-16 yang telah dijual AS ke Taiwan.
“Saat ini seperti meramal kopi. Sistem pertahanan udara semacam itu dimaksudkan untuk menjatuhkan semua target udara dalam radius 200 km. Tapi apakah Angkatan Udara asing akan mengirim pesawat atau misil mereka ke zona kendali?," tanya Kozulin.
Seperti yang dia ingat, AS membangun rute penerbangan untuk serangan rudal jelajah Tomahawk mereka selama serangan di pangkalan militer Shayrat di Suriah di sekitar zona kontrol S-400 Triumf Rusia yang terletak di wilayah tersebut.
“Serangan itu dilakukan dengan melewati zona perlindungan pertahanan udara. Jika tidak, hingga 95% proyektil bernilai jutaan dolar mereka akan jatuh," kata profesor tersebut. (Baca: Sebanyak 18 Pesawat China Berdengung Dekat Taiwan saat Wamenlu AS Berkunjung )
Melansir laporan analisis Russia Beyond , Sabtu (19/9/2020), profesor Akademi Ilmu Militer Vadim Kozulin mengatakan S-400 pasti akan mampu menjatuhkan rudal AGM-84H/K SLAM-ER yang cocok untuk jet tempur F-16 yang telah dijual AS ke Taiwan.
“Saat ini seperti meramal kopi. Sistem pertahanan udara semacam itu dimaksudkan untuk menjatuhkan semua target udara dalam radius 200 km. Tapi apakah Angkatan Udara asing akan mengirim pesawat atau misil mereka ke zona kendali?," tanya Kozulin.
Seperti yang dia ingat, AS membangun rute penerbangan untuk serangan rudal jelajah Tomahawk mereka selama serangan di pangkalan militer Shayrat di Suriah di sekitar zona kontrol S-400 Triumf Rusia yang terletak di wilayah tersebut.
“Serangan itu dilakukan dengan melewati zona perlindungan pertahanan udara. Jika tidak, hingga 95% proyektil bernilai jutaan dolar mereka akan jatuh," kata profesor tersebut. (Baca: Sebanyak 18 Pesawat China Berdengung Dekat Taiwan saat Wamenlu AS Berkunjung )
Lihat Juga :