Trump Klaim Iran Setuju Serahkan Uranium kepada AS, Menyebutnya Debu Nuklir
Jum'at, 17 April 2026 - 09:44 WIB
loading...
Presiden Donald Trump klaim Iran setuju menyerahkan uranium yang diperkaya kepada AS. Foto/White House
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa Iran telah setuju untuk menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya kepada pihak Amerika. Menurutnya, kedua pihak hampir mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah melanda Timur Tengah.
Amerika Serikat sebelumnya mengancam akan melanjutkan serangan udara terhadap Republik Islam Iran dan mempertahankan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhannya jika Teheran menolak untuk menerima kesepakatan untuk menyelesaikan konflik yang pecah pada 28 Februari.
Baca Juga: AS Ancam Perang Lagi dengan Iran: Infrastruktur dan Listrik Bakal Dibom!
“Mereka telah setuju untuk menyerahkan debu nuklir kepada kita,” katanya, merujuk pada persediaan uranium yang diperkaya yang menurut Amerika Serikat dapat digunakan untuk membangun senjata nuklir.
Trump bersikeras bahwa setiap kesepakatan dengan Iran harus secara permanen melarang republik Islam tersebut untuk memperoleh senjata nuklir.
"Ada peluang yang sangat baik kita akan membuat kesepakatan dengan Teheran," kata Trump pada hari Kamis, sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (17/4/2026).
Trump menambahkan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk pergi ke Pakistan untuk menandatangani perjanjian damai.
Trump melancarkan perang dengan mengeklaim bahwa Teheran sedang bergegas menyelesaikan bom atom, sebuah pernyataan yang tidak didukung oleh badan pengawas nuklir PBB, IAEA.
Washington dilaporkan telah meminta penangguhan program pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, sementara Teheran telah mengusulkan penangguhan aktivitas nuklir selama lima tahun—usulan yang ditolak oleh pejabat AS.
Teheran sebelumnya bersikeras program nuklirnya adalah untuk tujuan sipil. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa hak Iran untuk memperkaya uranium adalah “tidak dapat disangkal”, meskipun tingkat pengayaan tersebut dapat dinegosiasikan.
Sementara itu, pada saat yang sama, di front lain dalam konflik tersebut, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyetujui gencatan senjata 10 hari yang dimulai pada hari Kamis petang waktu AS atau Jumat pagi WIB. Dia mengharapkan para pemimpin kedua negara datang ke Gedung Putih dalam empat atau lima hari ke depan.
Anggota parlemen Hizbullah Ibrahim al-Moussawi mengatakan kepada AFP bahwa kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran tersebut—yang telah memerangi Israel sejak awal Maret—akan menghormati gencatan senjata jika serangan Israel terhadap kelompok militan tersebut berhenti.
Amerika Serikat sebelumnya mengancam akan melanjutkan serangan udara terhadap Republik Islam Iran dan mempertahankan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhannya jika Teheran menolak untuk menerima kesepakatan untuk menyelesaikan konflik yang pecah pada 28 Februari.
Baca Juga: AS Ancam Perang Lagi dengan Iran: Infrastruktur dan Listrik Bakal Dibom!
“Mereka telah setuju untuk menyerahkan debu nuklir kepada kita,” katanya, merujuk pada persediaan uranium yang diperkaya yang menurut Amerika Serikat dapat digunakan untuk membangun senjata nuklir.
Trump bersikeras bahwa setiap kesepakatan dengan Iran harus secara permanen melarang republik Islam tersebut untuk memperoleh senjata nuklir.
"Ada peluang yang sangat baik kita akan membuat kesepakatan dengan Teheran," kata Trump pada hari Kamis, sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (17/4/2026).
Trump menambahkan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk pergi ke Pakistan untuk menandatangani perjanjian damai.
Trump melancarkan perang dengan mengeklaim bahwa Teheran sedang bergegas menyelesaikan bom atom, sebuah pernyataan yang tidak didukung oleh badan pengawas nuklir PBB, IAEA.
Washington dilaporkan telah meminta penangguhan program pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, sementara Teheran telah mengusulkan penangguhan aktivitas nuklir selama lima tahun—usulan yang ditolak oleh pejabat AS.
Teheran sebelumnya bersikeras program nuklirnya adalah untuk tujuan sipil. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa hak Iran untuk memperkaya uranium adalah “tidak dapat disangkal”, meskipun tingkat pengayaan tersebut dapat dinegosiasikan.
Sementara itu, pada saat yang sama, di front lain dalam konflik tersebut, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyetujui gencatan senjata 10 hari yang dimulai pada hari Kamis petang waktu AS atau Jumat pagi WIB. Dia mengharapkan para pemimpin kedua negara datang ke Gedung Putih dalam empat atau lima hari ke depan.
Anggota parlemen Hizbullah Ibrahim al-Moussawi mengatakan kepada AFP bahwa kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran tersebut—yang telah memerangi Israel sejak awal Maret—akan menghormati gencatan senjata jika serangan Israel terhadap kelompok militan tersebut berhenti.
(mas)
Lihat Juga :