Kesepakatan Gencatan Senjata Lebanon dan Israel Bisa Berlaku Pekan Ini

Kamis, 16 April 2026 - 18:30 WIB
loading...
Kesepakatan Gencatan...
Pejuang Hizbullah menggelar parade militer. Foto/anadolu
A A A
BEIRUT - Di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat (AS) untuk menenangkan Timur Tengah, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon dapat mulai berlaku secepatnya pekan ini. Hal itu disampaikan para pejabat Lebanon kepada media.

Gencatan senjata antara Israel dan gerakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon dapat diberlakukan setelah pasukan darat Israel menyelesaikan perebutan kota strategis Bint Jbeil di Lebanon selatan, menurut laporan hari Rabu (15/4/2026).

Gencatan senjata di Lebanon, jika diumumkan, kemungkinan hanya akan berlangsung selama gencatan senjata AS-Iran berlaku, kata para pejabat Lebanon.

Laporan tersebut menambahkan gencatan senjata semacam itu akan menghentikan serangan Israel tetapi tidak mengharuskan pasukan Israel untuk mundur.

Namun, gencatan senjata di Lebanon bukanlah bagian dari pembicaraan damai antara AS dan Iran, catat laporan tersebut.

"Ini bukanlah sesuatu yang kami minta, juga bukan bagian dari negosiasi perdamaian dengan Iran, tetapi presiden akan menyambut baik berakhirnya permusuhan di Lebanon sebagai bagian dari perjanjian perdamaian antara Israel dan Lebanon," ujar seorang pejabat senior AS seperti dikutip media.

Eskalasi antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret, ketika kelompok pejuang Lebanon itu melanjutkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah kampanye militer AS-Israel melawan Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Iran Murka Inggris Beri...
Iran Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!
Rekomendasi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved