Mohammed bin Salman Tekan AS Cabut Blokade Selat Hormuz, Takut Pembalasan Iran terhadap Arab Saudi

Kamis, 16 April 2026 - 08:01 WIB
loading...
A A A
Tokoh-tokoh senior dalam gerakan yang kini sebagian besar beroperasi di bawah tanah tersebut mengatakan bahwa, meskipun mereka tidak tahu apakah Houthi berencana untuk melanjutkan serangan, mereka hampir pasti mampu melakukannya.

Amr al-Bidh, perwakilan khusus presiden STC, mengatakan: “Kondisi untuk melanjutkan serangan terhadap kapal sekarang lebih permisif daripada kapan pun sejak tahun 2023."

“Arsitektur pasukan darat yang sebelumnya membatasi operasi pesisir mereka telah dihapus. Jika mereka bertindak, kemampuan untuk merespons dari dalam Yaman sama sekali tidak ada seperti sebelumnya," ujarnya.

Apakah Putra Mahkota MBS—yang pernah menganjurkan moderasi terhadap Iran dalam upaya untuk menampilkan Timur Tengah sebagai mercusuar stabilitas—kini menyesali sikap kerasnya di masa lalu masih belum jelas.

Di seluruh kawasan, taruhan negara-negara Teluk pada Trump tampaknya mulai memburuk. Menyambut kembalinya Trump ke Gedung Putih, mereka meningkatkan produksi minyak, menjanjikan investasi AS senilai triliunan dolar, menjamunya dengan mewah, dan dalam kasus Qatar, bahkan memberinya pesawat Boeing 747 mewah untuk menggantikan Air Force One.

Kemurahan hati seperti itu dimaksudkan untuk mengamankan perlindungan Amerika dan menjamin stabilitas. Sebaliknya, beberapa pejabat mengeluh, Trump telah membakar Timur Tengah.

Tidak akan ada perpecahan. Putra Mahkota MBS tidak akan mengakui penyesalannya di depan umum. Tetapi kebijakan Arab Saudi terhadap Iran kemungkinan akan bergeser ke arah kehati-hatian, kata para pejabat Teluk.

Kerajaan Arab Saudi mampu menahan satu blokade. Mereka telah menolak blokade kedua karena takut hal itu dapat memicu blokade ketiga, dengan biaya yang terlalu tinggi bahkan untuk negara penghasil minyak terkuat sekalipun.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved