7 Keunggulan Oghab 44, Bandara Bawah Tanah Iran yang Tak Tersentuh Serangan AS dan Israel

Rabu, 15 April 2026 - 10:30 WIB
loading...
A A A
Terowongan di Oghab 44 diperkuat dengan beton dan perisai ledakan, dirancang untuk menahan tidak hanya serangan udara tetapi juga dampak kimia atau nuklir. Terowongan tersebut cukup lebar untuk dilalui jet tetapi cukup sempit untuk meminimalkan gelombang ledakan jika rudal menembus pintu masuk.

5. Persiapan untuk Su-355

Detail yang paling mengkhawatirkan yang diperhatikan oleh para ahli citra satelit bukanlah pesawat tempur F-4 Phantom tua yang terlihat dalam video; melainkan apa yang belum ada di sana. Para analis menemukan maket skala penuh jet Su-35 Flanker Rusia di dalam zona konstruksi pangkalan.

Ini menegaskan bahwa Oghab 44 tidak dibangun untuk masa lalu, tetapi untuk masa depan. Ukuran pangkalan ini dirancang khusus untuk menampung pesawat tempur canggih Rusia yang ingin diperoleh Teheran, melindungi aset udara mereka yang paling berharga dari serangan pencegahan AS.

6. Titik Lemah: Pintu Keluar

Meskipun kedalamannya mengesankan, Oghab 44 memiliki kelemahan fatal: Fisika. Meskipun jet-jet tersebut aman di dalam, mereka pada akhirnya harus keluar. Pangkalan ini bergantung pada landasan pacu permukaan yang menghubungkan pintu keluar terowongan.

Jika Angkatan Udara AS menggunakan amunisi "penghancur landasan pacu" untuk menghancurkan landasan di luar, benteng gunung itu akan menjadi kuburan. Jet-jet di dalamnya akan terjebak, tidak dapat lepas landas, sehingga pangkalan tersebut menjadi tidak berguna tanpa satu pun bom penghancur bunker yang menembus kompleks utama.

7. Penangkal Utama: GBU-57

Keberadaan Eagle 44 adalah alasan utama AS mempertahankan armada B-2 Spirit. Rudal jelajah standar tidak dapat menggores pangkalan yang terkubur sedalam ini. Satu-satunya senjata konvensional dalam persenjataan AS yang mampu menghancurkan Eagle 44 adalah GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), bom berpemandu GPS seberat 30.000 pon yang dirancang untuk menembus beton setebal 60 meter sebelum meledak.

Persaingan antara Eagle 44 dan pembom B-2 mendefinisikan perhitungan militer saat ini: permainan "sembunyi-sembunyi" yang dimainkan dengan rudal hipersonik dan bom penghancur gunung.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Sejarah Perang Al-Abwa:...
Sejarah Perang Al-Abwa: Perang Pertama dalam Islam yang Terjadi pada Bulan Safar
Balas Gelombang Serangan...
Balas Gelombang Serangan AS, Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Yordania
Perdana! Selandia Baru...
Perdana! Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1
Rekomendasi
Program Mandatori B50...
Program Mandatori B50 Wujudkan Swasembada Energi
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved