Blokade AS Setengah Hati! 2 Kapal Tanker Mampu Melintasi Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 - 07:24 WIB
loading...
Blokade AS Setengah...
Dua kapal tanker mampu melintasi selat Hormuz. Foto/X/CENTCOM
A A A
TEHERAN - Setidaknya dua kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran melintasi Selat Hormuz meskipun ada ancaman blokade oleh militer AS. Itu diungkap dalam laporan pelacakan maritim.

"Kapal-kapal tersebut termasuk di antara setidaknya empat kapal yang terkait dengan Iran yang menggunakan rute tersebut setelah ancaman Washington," menurut penyedia data maritim Kpler, dilansir Press TV.

Kapal pengangkut curah berbendera Liberia, Christianna, melintasi selat setelah membongkar 74.000 ton jagung di pelabuhan Bandar Imam Khomeini, Iran, melewati Pulau Larak Iran di selat sekitar pukul 16.00 GMT pada 13 April/

Kapal kedua, kapal tanker berbendera Komoro, Elpis, berada di dekat Pulau Larak sekitar pukul 11.00 GMT dan meninggalkan selat sekitar pukul 16.00 GMT. Kapal tersebut memuat 31.000 ton metanol, setelah meninggalkan pelabuhan Bushehr di Iran pada 31 Maret.



Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengancam bahwa blokade akan menargetkan "kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan daerah pesisir Iran".

Sebuah kapal tanker Tiongkok, Rich Starry, juga melintasi Selat semalam melalui rute pemeriksaan yang disetujui Iran di selatan Pulau Larak.

Analis maritim telah memperingatkan bahwa sinyal dari kapal-kapal di wilayah tersebut telah terganggu dan dimanipulasi, sehingga pelacakan yang tepat menjadi sulit.

Iran memberlakukan pembatasan pada jalur pelayaran kapal di Selat setelah perang agresi ilegal AS-Israel pada 28 Februari.

Pemerintahan Donald Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa mereka akan memberlakukan blokade pada pelabuhan-pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Laut Oman. Militer AS mengklaim blokade tersebut mulai berlaku pada hari Senin.

IRGC memperingatkan bahwa kapal militer mana pun yang mendekati Selat Hormuz akan melanggar gencatan senjata yang rapuh yang menghentikan pertempuran sengit selama 40 hari pekan lalu. Komando militer pusat Iran juga memperingatkan akan adanya respons regional yang lebih luas jika pelabuhan Iran diserang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 79-80: Rencana Dipa Bungkam Danang Gagal Total
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved