Trump Marahi New York Times yang Anggap Iran Menang Perang
Selasa, 14 April 2026 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
“Itu tidak benar, dan The New York Times tahu bahwa itu berita palsu,” paparnya.
“Kapan media korup ini meminta maaf atas kebohongan dan tindakan mengerikan mereka terhadap saya, pendukung saya, dan negara kita sendiri? Apakah mereka tidak punya rasa malu? Apakah mereka tidak punya rasa sopan santun?” lanjut Trump.
Pernyataan Trump muncul setelah dewan redaksi New York Times mengkritik penanganannya terhadap perang Iran, menyebutnya gegabah dan memperingatkan bahwa hal itu berisiko mendorong Washington menuju kemunduran strategis.
Editorial tersebut berpendapat bahwa Trump mengabaikan persetujuan Kongres dan dukungan sekutu dalam melancarkan serangan 28 Februari, gagal mengantisipasi kemungkinan respons Iran, dan merusak aliansi AS dan kedudukan globalnya.
Editorial itu juga menunjuk pada langkah Iran untuk membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz sebagai konsekuensi yang dapat diprediksi, sambil mengutuk retorika perang Trump sebagai hal yang merugikan otoritas moral Amerika.
“Kapan media korup ini meminta maaf atas kebohongan dan tindakan mengerikan mereka terhadap saya, pendukung saya, dan negara kita sendiri? Apakah mereka tidak punya rasa malu? Apakah mereka tidak punya rasa sopan santun?” lanjut Trump.
Pernyataan Trump muncul setelah dewan redaksi New York Times mengkritik penanganannya terhadap perang Iran, menyebutnya gegabah dan memperingatkan bahwa hal itu berisiko mendorong Washington menuju kemunduran strategis.
Editorial tersebut berpendapat bahwa Trump mengabaikan persetujuan Kongres dan dukungan sekutu dalam melancarkan serangan 28 Februari, gagal mengantisipasi kemungkinan respons Iran, dan merusak aliansi AS dan kedudukan globalnya.
Editorial itu juga menunjuk pada langkah Iran untuk membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz sebagai konsekuensi yang dapat diprediksi, sambil mengutuk retorika perang Trump sebagai hal yang merugikan otoritas moral Amerika.
Lihat Juga :