5 Fakta Iran Usir 2 Kapal AS dari Selat Hormuz, Sempat Dikunci Rudal

Selasa, 14 April 2026 - 11:35 WIB
loading...
A A A
Secara bersamaan, drone IRGC terbang di atas kedua kapal perusak tersebut. USS Petersen kemudian menerima pemberitahuan melalui saluran internasional 16 bahwa kapal tersebut harus berbalik dan meninggalkan area tersebut dalam waktu 30 menit atau akan menjadi sasaran Angkatan Bersenjata Iran.

Karena kapal perusak tersebut bersikeras untuk melanjutkan perjalanan, peringatan terakhir dikeluarkan kepadanya, sehingga kapal perusak tersebut hanya beberapa menit lagi akan dihancurkan.

Percakapan antara operator angkatan laut IRGC dan kapal-kapal perusak Amerika menunjukkan kepatuhan penuh mereka terhadap peringatan IRGC.

Secara bersamaan dengan peringatan kepada kedua kapal perusak tersebut, semua kapal di area tersebut diperingatkan untuk tetap berada setidaknya sepuluh mil jauhnya dari mereka sehingga jika mereka menjadi sasaran IRGC, kapal-kapal di sekitarnya tidak akan terluka.

Ketepatan dalam penargetan dan perlindungan kekuatan ini menunjukkan tingkat kompetensi angkatan laut yang jelas-jelas diremehkan oleh perencana militer Amerika.

3. AS Memutarbalikkan Manuver Transit yang Gagal

Upaya Amerika untuk memutarbalikkan manuver transit yang gagal menjadi sebuah keberhasilan, hanya beberapa jam setelah kejadian itu dan sebelum pernyataan Iran, dapat diprediksi dan sangat jelas.

Komando Pusat AS mengklaim bahwa kedua kapal perusak tersebut telah berhasil melewati selat untuk mulai "menciptakan kondisi" bagi operasi pembersihan ranjau besar-besaran, menggambarkan misi tersebut sebagai latihan kebebasan navigasi.

Presiden Donald Trump menggunakan media sosialnya untuk dengan sombong menyatakan bahwa Amerika Serikat "sekarang memulai proses pembersihan Selat Hormuz sebagai bantuan kepada negara-negara di seluruh dunia," dan secara keliru mengklaim bahwa "semua 28 kapal penjatuh ranjau mereka juga berada di dasar laut."

Beberapa jam kemudian, juru bicara militer Iran menolak klaim ini.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, menyatakan bahwa "otorisasi untuk transit kapal mana pun melalui jalur air strategis ini sepenuhnya berada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran."

Ia menegaskan bahwa tidak ada kapal militer Amerika yang menerima izin untuk lewat, dan klaim sebaliknya hanyalah propaganda belaka.

Fakta di perairan menceritakan kisah yang berbeda dari pernyataan yang dikeluarkan di Washington: kapal perusak berbalik arah, rudal terkunci, dan ultimatum 30 menit dipatuhi karena ketidakpatuhan akan berarti bencana.

4. Selat Hormuz di Bawah Kendali Iran.

Kegagalan transit Amerika tersebut menggarisbawahi realitas militer mendasar: Selat Hormuz adalah wilayah Iran, dan tidak ada keunggulan teknologi Amerika yang dapat mengubah fakta tersebut. Selat tersebut dangkal, sempit, dan sepenuhnya berada dalam jangkauan baterai rudal pantai Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved