2 Kapal Perusak AS Hampir Hancur Total saat Coba Tembus Blokade Selat Hormuz
Minggu, 12 April 2026 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Perundingan, yang berakhir pada Minggu pagi setelah 21 jam, gagal menghasilkan terobosan apa pun.
Menurut temuan penyelidikan, operasi dua kapal perusak AS gagal dan dikalahkan dalam mencapai kedua tujuan tersebut.
Helikopter pendukung juga terbang di atas kapal perusak tersebut. Bersamaan dengan peringatan kepada kedua kapal perusak tersebut, semua kapal di area tersebut diperingatkan untuk tetap berada setidaknya 10 mil jauhnya dari mereka agar jika mereka menjadi sasaran IRGC, kapal-kapal di sekitarnya tidak akan terluka.
Investigasi juga mencatat bahwa operasi AS yang berisiko tinggi dan gagal tersebut merupakan akibat dari pemecatan jenderal-jenderal militer berpangkat tinggi dari angkatan darat atas perintah Menteri Perang Pete Hegseth dalam beberapa hari terakhir.
Investigasi menemukan bahwa upaya untuk meloloskan kapal perusak melalui Selat Hormuz, yang berada di bawah kendali Iran, berubah menjadi operasi propaganda yang gagal, dengan AS menempatkan operasi militer untuk kepentingan propaganda.
Sebelumnya pada hari Minggu, seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya secara tegas menolak klaim Komando Pusat AS (CENTCOM) mengenai lewatnya kapal-kapal militer Amerika melalui Selat Hormuz.
"Otorisasi untuk transit kapal apa pun melalui jalur air strategis ini sepenuhnya berada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," kata Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari.
Menurut temuan penyelidikan, operasi dua kapal perusak AS gagal dan dikalahkan dalam mencapai kedua tujuan tersebut.
Helikopter pendukung juga terbang di atas kapal perusak tersebut. Bersamaan dengan peringatan kepada kedua kapal perusak tersebut, semua kapal di area tersebut diperingatkan untuk tetap berada setidaknya 10 mil jauhnya dari mereka agar jika mereka menjadi sasaran IRGC, kapal-kapal di sekitarnya tidak akan terluka.
Investigasi juga mencatat bahwa operasi AS yang berisiko tinggi dan gagal tersebut merupakan akibat dari pemecatan jenderal-jenderal militer berpangkat tinggi dari angkatan darat atas perintah Menteri Perang Pete Hegseth dalam beberapa hari terakhir.
Investigasi menemukan bahwa upaya untuk meloloskan kapal perusak melalui Selat Hormuz, yang berada di bawah kendali Iran, berubah menjadi operasi propaganda yang gagal, dengan AS menempatkan operasi militer untuk kepentingan propaganda.
Sebelumnya pada hari Minggu, seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya secara tegas menolak klaim Komando Pusat AS (CENTCOM) mengenai lewatnya kapal-kapal militer Amerika melalui Selat Hormuz.
"Otorisasi untuk transit kapal apa pun melalui jalur air strategis ini sepenuhnya berada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," kata Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari.
(ahm)
Lihat Juga :