4 Alasan Uranium Jadi Biang Kerok Kebuntuan Gencatan Senjata AS dan Iran

Minggu, 12 April 2026 - 15:13 WIB
loading...
4 Alasan Uranium Jadi...
Uranium jadi biang kerok kebuntuan gencatan senjata AS dan Iran. Foto/X
A A A
TEHERAN - Perundingan gencatan senjata antara Iran dan AS mengalami jalan buntu. Kedua belah pihak masih bersikukuh mengenai apa yang mereka inginkan. Perbedaan pendapat antara Teheran dan Washington masih berkisar pada uranium yang dimiliki Iran.

AS dan sekutunya masih tidak rela jika Iran memiliki uranium yang bisa digunakan untuk membuat senjata nuklir.

4 Alasan Uranium Jadi Biang Kerok Kebuntuan Gencatan Senjata AS dan Iran

1. Iran Ingin Mengembangkan Senjata Nuklir

Kegagalan AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan "sudah dapat diprediksi," dengan kedua delegasi tiba di pembicaraan tingkat tinggi pertama mereka dalam beberapa dekade dengan "posisi maksimalis." Itu diungkapkan ilmuwan politik Benjamin Radd kepada CNN.

Radd menunjuk program pengayaan nuklir Iran sebagai kemungkinan titik permasalahan, dan menjelaskannya secara gamblang.

Iran akan tetap berpendapat bahwa kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 “adalah janji dari pihak mereka untuk tidak membangun senjata” dan komitmen “untuk tidak memperoleh teknologi untuk senjata atau mengembangkan senjata sendiri,” kata Radd, seorang peneliti senior di UCLA.

“Masalahnya tetap pada pengayaan uranium Iran hingga mencapai tingkat yang dapat digunakan untuk pembuatan bom nuklir, pada dasarnya hingga ambang batas di luar apa yang diizinkan oleh perjanjian NPT, dan mendekati wilayah pembuatan bom nuklir,” tambahnya.


2. Perbedaan Pandangan Iran dan AS Mengenai Uranium

NPT adalah perjanjian internasional yang bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir, mempromosikan energi nuklir untuk tujuan damai, dan memajukan perlucutan senjata global.

“Jadi dari sudut pandang Iran, mereka memiliki hak mutlak sebagai negara berdaulat untuk memperkaya uranium dan Amerika Serikat berpendapat bahwa Iran telah kehilangan kepercayaan dan hak, berdasarkan NPT, untuk memperkaya uranium. Jadi di situlah letak kebuntuannya.”

Ia menambahkan: “Amerika Serikat percaya bahwa Iran pada dasarnya telah kehilangan hak tersebut, mengingat tindakan masa lalunya dalam menipu inspektur internasional, dan Iran merasa tidak perlu melepaskannya, terutama sekarang karena mereka memiliki Selat Hormuz sebagai titik tawar.”

3. Iran Tidak Terburu-buru Membuat Konsensi

Mantan negosiator Timur Tengah Departemen Luar Negeri, Aaron David Miller, mengatakan bahwa Iran “memiliki lebih banyak kartu daripada Amerika” setelah 21 jam pembicaraan antara AS dan Iran berakhir tanpa kesepakatan.

“Mereka jelas tidak terburu-buru untuk membuat konsesi,” kata Miller kepada CNN, menunjukkan bahwa Iran tampaknya beroperasi dengan jangka waktu yang lebih lambat daripada AS.

4. Iran Memiliki Semua Kartu

“Menurut saya, mereka masih memiliki uranium yang sangat diperkaya. Mereka telah menunjukkan bahwa mereka telah mempersenjatai geografi, mereka mengendalikan dan sekarang mengelola Selat Hormuz. Rezim tersebut telah bertahan.”

“Mereka telah menunjukkan kapasitas yang menakutkan untuk merusak keamanan dan stabilitas. Semua hal ini mewakili kartu.”

Miller mengatakan ia yakin Iran lebih memilih mengambil risiko kembali menghadapi serangan militer AS dan Israel daripada meninggalkan negosiasi dengan tangan kosong.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Berita Terkini
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved