Reza Pahlavi Kecewa Perang Gabungan AS-Israel Gagal Tumbangkan Rezim Iran

Kamis, 09 April 2026 - 14:39 WIB
loading...
Reza Pahlavi Kecewa...
Mantan putra mahkota Iran Reza Pahlavi kecewa setelah perang gabungan AS dan Israel gagal menumbangkan rezim Republik Islam Iran. Foto/The Economist/Greg Kahn
A A A
WASHINGTON - Reza Pahlavi, putra shah terakhir Iran Mohammad Reza Pahlavi, merasa kecewa setelah perang gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel gagal menumbangkan rezim di Teheran. Dia mengatakan rakyat Iran masih perlu membebaskan diri dari penguasa mereka.

Kekecewaan Pahlavi disampaikan setelah Washington dan Teheran menyetujui gencatan senjata selama dua minggu.

"Yang tetap konstan dalam perjuangan kita sebagai orang Iran adalah membebaskan diri dari rezim ini," kata mantan putra mahkota yang tinggal di Amerika tersebut kepada stasiun penyiaran Prancis; LCI, pada hari Rabu.

Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz setelah 100 Rudal Iran Bunuh 254 Orang di Lebanon

Pahlavi, yang ayahnya digulingkan oleh revolusi 1979, telah berulang kali mengatakan bahwa dia siap memimpin transisi jika Republik Islam Iran jatuh dalam perang melawan AS dan Israel yang pecah pada 28 Februari.

Namun, dia hanya mewakili salah satu dari beberapa kelompok diaspora Iran, yang seringkali berselisih sengit.

Pahlavi menanggapi Presiden AS Donald Trump, yang pekan lalu mengatakan bahwa perang tersebut telah mencapai "perubahan rezim" di Iran. "Amerika Serikat berurusan dengan orang-orang yang berbeda dari siapa pun yang pernah berurusan sebelumnya," kata Trump saat itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved