Iran Tutup Lagi Selat Hormuz setelah 100 Rudal Israel Bunuh 254 Orang di Lebanon
Kamis, 09 April 2026 - 12:17 WIB
loading...
A
A
A
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menunjukkan dukungan terhadap keputusan Amerika Serikat untuk gencatan senjata dengan Iran, tetapi mengatakan bahwa hal itu tidak termasuk Lebanon.
"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan itu," tulis Netanyahu di X.
Namun, dalam unggahan terpisah, dia menyatakan, "Amerika Serikat telah memberi tahu Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang disepakati bersama oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi mendatang. Gencatan senjata dua minggu ini tidak termasuk Lebanon."
Israel melanjutkan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon, menewaskan 112 orang dan melukai 837 orang, yang telah memicu protes dari Iran.
Amerika Serikat mengatakan pada hari Rabu waktu Washington bahwa Iran harus membuka Selat Hormuz "segera, cepat, dan aman" setelah laporan bahwa jalur air strategis tersebut telah ditutup lagi meskipun ada gencatan senjata AS-Iran.
"Penutupan apa pun sama sekali tidak dapat diterima," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan.
"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan itu," tulis Netanyahu di X.
Namun, dalam unggahan terpisah, dia menyatakan, "Amerika Serikat telah memberi tahu Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang disepakati bersama oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi mendatang. Gencatan senjata dua minggu ini tidak termasuk Lebanon."
Israel melanjutkan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon, menewaskan 112 orang dan melukai 837 orang, yang telah memicu protes dari Iran.
Respons AS
Amerika Serikat mengatakan pada hari Rabu waktu Washington bahwa Iran harus membuka Selat Hormuz "segera, cepat, dan aman" setelah laporan bahwa jalur air strategis tersebut telah ditutup lagi meskipun ada gencatan senjata AS-Iran.
"Penutupan apa pun sama sekali tidak dapat diterima," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan.
Lihat Juga :