Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Tak Sadarkan Diri, Kondisinya Parah
Selasa, 07 April 2026 - 12:40 WIB
loading...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dilaporkan tak sadarkan diri dan dirawat dengan kondisi parah di kota suci Qom. Foto/Tasnim News Agency
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dilaporkan tidak sadarkan diri. Dia menerima perawatan medis di kota suci Qom karena kondisinya yang parah.
Laporan tentang kondisi Mojtaba Khamenei (56) tersebut diterbitkan media Inggris, The Times, mengutip demo diplomatik, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Ungkap Ayatollah Khamenei Dibunuh AS-Israel saat Tadarus Al-Qur'an
Pemimpin tertinggi Iran itu terluka dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari—serangan hari pertama yang memicu perang yang meluas di Timur Tengah.
Ini adalah pertama kalinya lokasi pemimpin tertinggi Iran terungkap. Kota Qom terletak sekitar 140 kilometer di selatan Teheran. Kota ini dianggap suci dalam Islam Syiah dan dikenal sebagai ibu kota keagamaan Republik Islam Iran.
"Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi parah, tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim," demikian bunyi dokumen diplomatik tersebut, yang diyakini berdasarkan intelijen Amerika dan Israel yang dibagikan kepada sekutu Teluk.
Informasi mengenai lokasi Ayatollah Mojtaba Khamenei dilaporkan telah diketahui oleh badan intelijen AS dan Israel sejak beberapa waktu lalu, tetapi belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Menurut laporan tersebut, jenazah Ayatollah Ali Khamenei, sedang dipersiapkan untuk dimakamkan di Qom, yang dianggap sebagai pusat kekuasaan ulama Syiah.
Badan intelijen AS dan Israel dilaporkan memiliki informasi tentang persiapan apa-apa yang dibutuhkan untuk membangun mausoleum besar di Qom—untuk lebih dari satu makam—, menunjukkan bahwa anggota keluarga lainnya dapat dimakamkan bersama almarhum pemimpin tertinggi.
Laporan The Times mengeklaim bahwa Mojtaba Khamenei sendiri dapat dimakamkan di mausoleum tersebut, menunjukkan bahwa kondisi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru mungkin kritis.
Sejauh ini, baik Washington maupun Teheran belum mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai klaim yang dibuat dalam laporan tersebut.
Iran telah mengonfirmasi bahwa Mojtaba Khamenei terluka dalam serangan udara yang sama yang menewaskan ayah, ibu, istri; Zahra Haddad-Adel, dan salah satu putranya pada hari pertama perang yang telah mengobarkan Timur Tengah selama lebih dari lima minggu.
Pemimpin tertinggi yang baru ini belum terlihat atau terdengar di depan umum sejak awal perang, meskipun telah dipilih untuk menggantikan ayahnya pada awal Maret.
Beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei telah dibacakan di televisi pemerintah Iran, tetapi kurangnya rekaman suaranya menambah bobot pada laporan yang belum diverifikasi bahwa dia masih dalam kondisi kritis.
Teheran juga merilis video yang diproduksi AI yang menunjukkan pemimpin tersebut berjalan ke ruang perang dan menganalisis peta pembangkit listrik tenaga nuklir Israel di Dimona pada hari Senin.
Meskipun para pejabat Iran bersikeras bahwa pemimpin tertinggi yang baru "bertanggung jawab" atas negara tersebut, namun laporan AS sebelumnya menyinggung kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.
Laporan AS mengeklaim bahwa dia dirawat dalam keadaan koma di sebuah rumah sakit. Ada juga laporan yang menyebutkan dia menderita patah kaki dan cedera wajah.
Laporan tentang kondisi Mojtaba Khamenei (56) tersebut diterbitkan media Inggris, The Times, mengutip demo diplomatik, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Ungkap Ayatollah Khamenei Dibunuh AS-Israel saat Tadarus Al-Qur'an
Pemimpin tertinggi Iran itu terluka dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari—serangan hari pertama yang memicu perang yang meluas di Timur Tengah.
Ini adalah pertama kalinya lokasi pemimpin tertinggi Iran terungkap. Kota Qom terletak sekitar 140 kilometer di selatan Teheran. Kota ini dianggap suci dalam Islam Syiah dan dikenal sebagai ibu kota keagamaan Republik Islam Iran.
"Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi parah, tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim," demikian bunyi dokumen diplomatik tersebut, yang diyakini berdasarkan intelijen Amerika dan Israel yang dibagikan kepada sekutu Teluk.
Informasi mengenai lokasi Ayatollah Mojtaba Khamenei dilaporkan telah diketahui oleh badan intelijen AS dan Israel sejak beberapa waktu lalu, tetapi belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Menurut laporan tersebut, jenazah Ayatollah Ali Khamenei, sedang dipersiapkan untuk dimakamkan di Qom, yang dianggap sebagai pusat kekuasaan ulama Syiah.
Badan intelijen AS dan Israel dilaporkan memiliki informasi tentang persiapan apa-apa yang dibutuhkan untuk membangun mausoleum besar di Qom—untuk lebih dari satu makam—, menunjukkan bahwa anggota keluarga lainnya dapat dimakamkan bersama almarhum pemimpin tertinggi.
Laporan The Times mengeklaim bahwa Mojtaba Khamenei sendiri dapat dimakamkan di mausoleum tersebut, menunjukkan bahwa kondisi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru mungkin kritis.
Sejauh ini, baik Washington maupun Teheran belum mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai klaim yang dibuat dalam laporan tersebut.
Iran Tentang Mojtaba Khamenei
Iran telah mengonfirmasi bahwa Mojtaba Khamenei terluka dalam serangan udara yang sama yang menewaskan ayah, ibu, istri; Zahra Haddad-Adel, dan salah satu putranya pada hari pertama perang yang telah mengobarkan Timur Tengah selama lebih dari lima minggu.
Pemimpin tertinggi yang baru ini belum terlihat atau terdengar di depan umum sejak awal perang, meskipun telah dipilih untuk menggantikan ayahnya pada awal Maret.
Beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei telah dibacakan di televisi pemerintah Iran, tetapi kurangnya rekaman suaranya menambah bobot pada laporan yang belum diverifikasi bahwa dia masih dalam kondisi kritis.
Teheran juga merilis video yang diproduksi AI yang menunjukkan pemimpin tersebut berjalan ke ruang perang dan menganalisis peta pembangkit listrik tenaga nuklir Israel di Dimona pada hari Senin.
Meskipun para pejabat Iran bersikeras bahwa pemimpin tertinggi yang baru "bertanggung jawab" atas negara tersebut, namun laporan AS sebelumnya menyinggung kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.
Laporan AS mengeklaim bahwa dia dirawat dalam keadaan koma di sebuah rumah sakit. Ada juga laporan yang menyebutkan dia menderita patah kaki dan cedera wajah.
(mas)
Lihat Juga :