Angkatan Udara AS Sejauh Ini Kehilangan 7 Pesawat dalam Perang Iran

Minggu, 05 April 2026 - 17:30 WIB
loading...
Angkatan Udara AS Sejauh...
Pesawat tempur Angkatan Laut AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln selama Operasi Epic Fury yang menargetkan Iran di Teluk Oman, pada 1 Maret 2026. Foto/Angkatan Laut AS/Anadolu Agency
A A A
WASHINGTON - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah kehilangan tujuh pesawat dalam perangnya melawan Iran. Kabar itu diungkap CNN pada hari Sabtu (4/4/2026).

Penembakan jatuh dua jet tempur AS dalam satu hari pada hari Jumat, dalam insiden terpisah – satu F-15 Angkatan Udara AS dan satu A-10 – meningkatkan jumlah total pesawat berawak AS yang hilang dalam konflik dengan Iran menjadi tujuh, menurut laporan tersebut.

Pada tanggal 2 Maret, hanya beberapa hari setelah perang dimulai, tiga F-15 secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait dalam insiden tembakan salah sasaran di atas Kuwait.

Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pekan ini bahwa ketiga pilot tersebut telah kembali menerbangkan misi melawan Iran.

Pada tanggal 12 Maret, enam personel AS tewas ketika satu pesawat tanker pengisian bahan bakar KC-135 jatuh di Irak.

Militer AS mengatakan pesawat-pesawat tersebut terlibat dalam insiden dengan pesawat lain selama Operasi Epic Fury, nama untuk serangan AS terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Pesawat kedua mendarat tanpa masalah.

Pada 27 Maret, satu pesawat peringatan dan kontrol udara E-3 Sentry dilaporkan hancur saat berada di darat selama serangan Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.

Serangan itu dilaporkan melukai 10 anggota militer AS, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Satu pesawat tanker Angkatan Udara AS juga rusak dalam serangan itu, kata sumber.

Dalam insiden terpisah, satu jet tempur F-35 AS terpaksa melakukan pendaratan darurat di pangkalan AS di Timur Tengah bulan lalu setelah terkena tembakan yang diyakini berasal dari Iran, lapor CNN, mengutip dua sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Kawasan tersebut telah siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Teheran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Baca juga: Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, AS Dianggap Tidak Berdaya dan Gugup
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved