Trump Kembali Mengejek 2 Kapal Induk Inggris: Tua dan Rusak!

Sabtu, 04 April 2026 - 13:15 WIB
loading...
Trump Kembali Mengejek...
Presiden AS Donald Trump kembali mengejek kapal induk Inggris, yang dia sebut tua dan rusak. Foto/Royal Navy
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejek Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, yang dia sebut mengelak tentang pengiriman kapal induk untuk membantu perang Amerika-Israel melawan Iran. Pemimpin Amerika itu juga kembali mengejek dua kapal induk London dengan menyebutnya "tua dan rusak".

Dalam pidato makan siang Paskah di Gedung Putih pada hari Jumat, Trump mengeklaim bahwa Starmer mengatakan dia harus berbicara dengan timnya lebih dulu sebelum memutuskan untuk mengirim kapal induk Inggris untuk perang AS-Israel melawan Iran.

Baca Juga: Inggris Tak Terima Kapal Induknya Dihina Trump dengan Sebutan Mainan

Trump mengatakan bahwa Inggris seharusnya menjadi sekutu terbaik Amerika, tetapi mereka mengecewakan Amerika selama perang.

"Saya bertanya kepada Inggris, siapa yang seharusnya menjadi sekutu terbaik kita. Bahkan, raja akan datang ke sini dalam dua minggu, dia orang yang baik, Raja Charles," katanya dalam video, seperti dikutip dari NDTV, Sabtu (4/4/2026).

"Tetapi seharusnya menjadi sekutu terbaik kita, tetapi mereka bukan yang terbaik. Saya berkata, 'Anda memiliki dua kapal induk tua yang rusak, apakah Anda pikir Anda dapat mengirimkannya?'," lanjut Trump.

"'Ohhh, saya harus bertanya kepada tim saya'," sambung Trump, menirukan ucapan Starmer.

"Saya berkata, 'Anda adalah perdana menteri, Anda tidak harus melakukannya'," paparnya.

“'Tidak, tidak, tidak, saya harus bertanya kepada tim saya. Tim saya harus bertemu, kami akan bertemu minggu depan'," kata Trump, menirukan ucapan Starmer lagi.

"Tapi perang sudah dimulai. Minggu depan perang akan berakhir...dalam tiga hari," paparnya.

Ini merupakan penghinaan kedua yang dilontarkan Trump untuk kapal induk Inggris. Sebelumnya, pada pekan lalu, Trump meledek kapal induk Inggris dengan mengibaratkannya seperti "mainan" setelah London tidak membantu perang Amerika-Israel melawan Iran.

Meskipun Gedung Putih merilis video tersebut di media sosial, video itu kemudian dihapus.

Trump, dalam kesempatan tersebut, juga mengejek Prancis dan Presiden Emmanuel Macron. "Saya menyebut Prancis, Macron -- yang istrinya memperlakukannya dengan sangat buruk. Masih dalam masa pemulihan dari pukulan di rahang kanan," kata Trump.

Pernyataan itu merujuk pada video Mei 2025 yang menunjukkan Brigitte Macron mendorong wajah presiden Prancis dalam perjalanan ke Vietnam, yang kemudian ditolak Macron sebagai bagian dari kampanye disinformasi.

"Dan saya berkata, 'Emmanuel, kami sangat ingin mendapat bantuan di Teluk meskipun kami mencetak rekor dalam melumpuhkan orang jahat dan menghancurkan rudal balistik. Kami sangat ingin mendapat bantuan. Jika Anda bisa, bisakah Anda segera mengirimkan kapal?'," lanjut Trump.

Kemudian dia menirukan aksen Prancis untuk memberikan jawaban Macron: "'Tidak, tidak, tidak, kami tidak bisa melakukan itu, Donald. Kita bisa melakukan itu setelah perang dimenangkan'," katanya.

"Saya berkata, 'Tidak, tidak, saya tidak butuh setelah perang dimenangkan, Emmanuel'," kata Trump.

"Jadi saya belajar tentang NATO. NATO tidak akan ada di sana jika kita pernah mengalami perang besar, Anda tahu apa yang saya maksud dengan perang besar," kata Trump, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dia juga menyebut NATO sebagai "macan kertas", serangan terbaru dari Trump dan para pejabat tingginya terhadap aliansi transatlantik sejak dia kembali ke Gedung Putih tahun lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved