Tiga Negara Nuklir Memveto Upaya Negara-negara Arab Buka Paksa Selat Hormuz dengan Aksi Militer

Sabtu, 04 April 2026 - 08:15 WIB
loading...
Tiga Negara Nuklir Memveto...
Rusia, China, dan Prancis memveto upaya negara-negara Arab membuka paksa Selat Hormuz dengan aksi militer. Foto/Fox News
A A A
NEW YORK - Tiga negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB; Rusia, China, dan Prancis, telah memveto inisiatif negara-negara Arab yang bermaksud mengamankan dukungan internasional untuk aksi militer terhadap Iran guna membuka paksa Selat Hormuz. Ketiga negara pemilik hak veto itu diketahui merupakan bagian dari kekuatan nuklir utama dunia.

Menurut seorang diplomat dan pejabat senior PBB, negara-negara Arab mencari resolusi yang "mengizinkan penggunaan kekuatan militer" untuk memastikan kebebasan navigasi global. Namun, upaya tersebut gagal karena veto dari ketiga negara tersebut.

Baca Juga: Inggris Bentuk Koalisi 35 Negara untuk Buka Selat Hormuz

Mengutip laporan New York Times, Sabtu (4/4/2026), Rusia, China, dan Prancis mengyatakan bahwa pendirian mereka didasarkan pada "penentangan prinsipil terhadap setiap bahasa yang mengizinkan penggunaan kekuatan".

Posisi tersebut secara luas ditafsirkan sebagai secara efektif mengizinkan Iran untuk terus menyandera ekonomi global dan membatasi aliran minyak dan barang.

Perkembangan ini menyoroti perpecahan yang mendalam di dalam komunitas internasional. Prancis bersekutu dengan Rusia dan China dalam memblokir apa yang digambarkan sebagai keputusan militer yang diperlukan terhadap Teheran, sementara Amerika Serikat (AS) dan Israel melanjutkan aksi militer mereka terhadap Iran dan menolak seruan untuk gencatan senjata.

Trump Klaim AS Bisa Buka Selat Hormuz


Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat mengatakan AS dapat dengan mudah membuka Selat Hormuz, mencatat bahwa langkah tersebut akan menjadi "banjir minyak" bagi dunia.

“Dengan sedikit waktu lagi, kita dapat dengan mudah MEMBUKA SELAT HORMUZ, MENGAMBIL MINYAKNYA, dan MENGHASILKAN KEKAYAAN. ITU AKAN MENJADI ‘LUAPAN MINYAK’ BAGI DUNIA???” tulis Trump di Truth Social.

Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global, telah terganggu sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.

Trump telah mengirimkan sinyal yang beragam mengenai rencana Washington untuk jalur perairan tersebut.

Kawasan tersebut telah siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar energi global.

Selama perang ini, belasan orang tewas di Israel, sekitar 24 orang tewas di negara-negara Teluk, dan sekitar 15 tentara AS juga tewas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Presiden Iran Dikabarkan...
Presiden Iran Dikabarkan Mundur karena Konflik dengan IRGC, Begini Faktanya!
Tegang! Militer AS Serang...
Tegang! Militer AS Serang Pulau Qeshm Iran
Rekomendasi
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Berita Terkini
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Infografis
Netanyahu Ungkap Ingin...
Netanyahu Ungkap Ingin Berdamai dengan Negara-negara Arab
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved