Jurnalis Konservatif Ini Sebut Perang Iran Jadi Akhir Kekaisaran AS

Jum'at, 03 April 2026 - 21:22 WIB
loading...
A A A
Selama beberapa dekade sejak Perang Dunia II, negara yang mampu menjaga ketertiban dianggap sebagai AS, tetapi krisis Hormuz telah menunjukkan bahwa hal itu tidak lagi berlaku, lanjut jurnalis tersebut. “Kita tidak bisa membuka Selat Hormuz,” kata Carlson. “Presiden Amerika Serikat mengatakan itu tadi malam – biarkan orang lain yang melakukannya. Jadi kita sudah selesai.”

Ia berpendapat bahwa bahkan jika AS menghancurkan Iran sepenuhnya sebagai negara yang utuh, para panglima perang yang tersisa tidak akan kesulitan mengganggu jalur maritim dengan memasang ranjau, menggunakan drone murah, atau bahkan hanya dengan mengancam untuk melakukannya, yang berarti bahwa permusuhan harus berakhir dengan penyelesaian diplomatik dengan Teheran cepat atau lambat.

“Apa yang terjadi di Iran adalah akhir dari kekaisaran Amerika seperti yang kita pahami. Dan itu menyedihkan. Kekaisaran sedang sekarat. Tetapi itu bukan akhir dari Amerika Serikat,” tambahnya.

Carlson mengakui bahwa transisi tersebut akan membawa “banyak penderitaan dan kesedihan,” tetapi mencatat bahwa hal itu juga membawa janji AS yang dapat mengalihkan perhatiannya ke belahan bumi Barat, yang juga kaya akan sumber daya dan vital bagi stabilitas Amerika, tanpa perlu menduduki “negara-negara yang belum pernah Anda kunjungi.”

Carlson, yang umumnya mendukung Trump, telah menjadi kritikus vokal terhadap serangan AS-Israel di Iran, yang mendorong presiden AS untuk mengklaim bahwa jurnalis tersebut "telah kehilangan arah" dan sebenarnya bukan bagian dari gerakan MAGA.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved