Gara-gara Perang Iran, Maskapai Penerbangan Terancam Bangkrut dalam Hitungan Minggu
Jum'at, 03 April 2026 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
Direktur pelaksana dan konsultan utama Aviation Projects, Keith Tonkin, mengatakan kepada news.com.au bahwa meskipun berlibur dan bepergian ke luar negeri masih akan menjadi bagian dari kehidupan kita, hal itu mungkin akan terlihat sangat berbeda dalam waktu dekat.
“Saya menduga para pelancong akan sangat berhati-hati dalam memesan tiket ketika ada banyak ketidakpastian," katanya.
“Saat ini, penerbangan internasional Australia melihat jadwal satu minggu ke depan dan merencanakannya seiring berjalannya waktu,” ujar Tonkin.
“Ini hanya soal mengawasi keadaan dan memiliki rencana. Memang ada sedikit ketidakpastian. Dalam jangka panjang, saya memperkirakan itu akan terselesaikan, tetapi saya tidak melihat bagaimana itu akan terjadi saat ini," lanjut dia.
“Saat ini, rasanya masalahnya semakin besar, bukan semakin kecil," imbuhnya.
Meskipun harga tiket pesawat tampaknya melonjak, Tonkin memperkirakan maskapai penerbangan kemungkinan akan berhati-hati untuk tidak menaikkan harga tiket terlalu drastis, atau mereka berisiko harus membatalkan penerbangan sama sekali jika tidak cukup banyak orang yang membelinya.
“Saya pikir maskapai penerbangan akan sangat berhati-hati sebelum menaikkan harga tiket terlalu tinggi, karena orang tidak akan mau membayar harga setinggi itu,” katanya.
“Mereka pasti akan meneliti manajemen setiap penerbangan dengan cermat dan setiap rute penerbangan mereka," paparnya.
“Saya menduga para pelancong juga akan sangat berhati-hati dalam memesan tiket ketika ada banyak ketidakpastian. Kita tidak tahu seberapa jauh situasi ini akan menyebar," sambung dia.
Meskipun harga tiket kemungkinan tidak akan turun dalam waktu dekat, pakar perjalanan di Finder, Angus Kidman, mengatakan maskapai penerbangan tidak akan mampu mempertahankan biaya yang sangat tinggi selamanya.
“Kita tidak akan melihat penerbangan super murah di rute ke Eropa, mengingat pengurangan kapasitas berarti maskapai penerbangan dapat mengisi kursi-kursi tersebut dengan cukup mudah,” kata Kidman kepada news.com.au.
“Tetapi harga super tinggi yang sudah lama berlaku juga tidak akan menguntungkan maskapai penerbangan, mengingat persaingan masih ketat di banyak rute.”
“Saya menduga para pelancong akan sangat berhati-hati dalam memesan tiket ketika ada banyak ketidakpastian," katanya.
“Saat ini, penerbangan internasional Australia melihat jadwal satu minggu ke depan dan merencanakannya seiring berjalannya waktu,” ujar Tonkin.
“Ini hanya soal mengawasi keadaan dan memiliki rencana. Memang ada sedikit ketidakpastian. Dalam jangka panjang, saya memperkirakan itu akan terselesaikan, tetapi saya tidak melihat bagaimana itu akan terjadi saat ini," lanjut dia.
“Saat ini, rasanya masalahnya semakin besar, bukan semakin kecil," imbuhnya.
Meskipun harga tiket pesawat tampaknya melonjak, Tonkin memperkirakan maskapai penerbangan kemungkinan akan berhati-hati untuk tidak menaikkan harga tiket terlalu drastis, atau mereka berisiko harus membatalkan penerbangan sama sekali jika tidak cukup banyak orang yang membelinya.
“Saya pikir maskapai penerbangan akan sangat berhati-hati sebelum menaikkan harga tiket terlalu tinggi, karena orang tidak akan mau membayar harga setinggi itu,” katanya.
“Mereka pasti akan meneliti manajemen setiap penerbangan dengan cermat dan setiap rute penerbangan mereka," paparnya.
“Saya menduga para pelancong juga akan sangat berhati-hati dalam memesan tiket ketika ada banyak ketidakpastian. Kita tidak tahu seberapa jauh situasi ini akan menyebar," sambung dia.
Meskipun harga tiket kemungkinan tidak akan turun dalam waktu dekat, pakar perjalanan di Finder, Angus Kidman, mengatakan maskapai penerbangan tidak akan mampu mempertahankan biaya yang sangat tinggi selamanya.
“Kita tidak akan melihat penerbangan super murah di rute ke Eropa, mengingat pengurangan kapasitas berarti maskapai penerbangan dapat mengisi kursi-kursi tersebut dengan cukup mudah,” kata Kidman kepada news.com.au.
“Tetapi harga super tinggi yang sudah lama berlaku juga tidak akan menguntungkan maskapai penerbangan, mengingat persaingan masih ketat di banyak rute.”
(mas)
Lihat Juga :