Gara-gara Perang Iran, Maskapai Penerbangan Terancam Bangkrut dalam Hitungan Minggu

Jum'at, 03 April 2026 - 15:14 WIB
loading...
Gara-gara Perang Iran,...
Maskapai-maskapai penerbangan terancam bangkrut dalam hitungan minggu jika perang AS-Israel melawan Iran terus berlanjut. Foto/Aviation Business
A A A
DUBAI - Pesawat yang tidak beroperasi, permintaan yang anjlok, dan harga minyak yang meroket dapat berisiko membuat maskapai penerbangan bangkrut dalam hitungan minggu. Demikian peringatan yang disampaikan Gediminas Ziemelis, seorang miliarder yang berbasis di Dubai, mengacu pada perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran yang tak kunjung berakhir.

Gediminas Ziemelis adalah miliarder pemilik Avia Solutions Group, perusahaan penyedia pesawat, awak, perawatan, dan asuransi (ACMI) terbesar di dunia.

Baca Juga: Perang Makin Kacau, Iran Tembak Jatuh Drone Canggih China yang Diduga Dioperasikan Negara Arab

Maskapai penerbangan besar Eropa biasanya datang pada awal musim semi, menyewa pesawat dari armada Avia yang berjumlah 145 unit untuk mengakomodasi jutaan wisatawan yang berbondong-bondong ke wilayah tersebut antara Juni hingga Agustus.

Itu adalah tingkat permintaan yang belum—atau mungkin tidak—dialami perusahaan tahun ini, kata miliarder asal Lithuania tersebut kepada Bloomberg, Jumat (3/4/2026). Menurutnya, pemesanan "jauh lebih rendah" dibandingkan dengan musim sebelumnya. Rencana sedang disusun untuk memindahkan sebagian besar jet Avia dari Eropa ke Asia dan Brasil.

“Kita perlu siap menghadapi risiko wilayah, distrik, yurisdiksi, dan geopolitik apa pun,” kata Ziemelis, yang telah mengumpulkan kekayaan sekitar USD1,5 miliar, kepada publikasi tersebut.

“Jika (perang) berlangsung lebih dari satu bulan, kita mungkin akan melihat potensi kebangkrutan pertama maskapai penerbangan di seluruh dunia,” ujarnya.

Kenaikan harga bahan bakar yang melonjak sebagian besar menjadi penyebabnya, kata Ziemelis, yang mewakili sekitar 25 persen dari total biaya operasional maskapai penerbangan.

Harga minyak hampir berlipat ganda sejak konflik dimulai pada 28 Februari. Setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis menghancurkan harapan akan berakhirnya perang dengan cepat—menegaskan kembali bahwa pasukan AS akan menghantam Iran selama dua hingga tiga minggu lagi dan mengebomnya "kembali ke Zaman Batu"—harga minyak kembali melonjak.

Kontrak minyak utama Amerika, West Texas Intermediate, melonjak 11,6 persen menjadi USD111,71 per barel. Patokan internasional minyak mentah Brent Laut Utara naik 6,7 persen menjadi USD107,86 per barel.

Awal pekan ini, maskapai penerbangan Taiwan mengumumkan akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar pada penerbangan internasional sebesar 157 persen. Biaya tambahan untuk penerbangan jarak pendek meningkat dari USD27,50 menjadi USD45, dan dari USD71,50 menjadi USD117 untuk perjalanan jarak jauh, menurut Administrasi Penerbangan Sipil (CAA) dan Kementerian Perhubungan.

China Airlines dan Eva Air mengonfirmasi bahwa penumpang akan terpengaruh oleh kenaikan harga minyak mulai 7 April.

“Sebagai respons terhadap tren internasional, harga sering naik dan turun, jadi kita perlu melakukan penyesuaian yang sesuai untuk mencerminkan hal itu,” kata direktur jenderal CAA Ho Shu-ping kepada Parlemen setempat.

Beberapa maskapai penerbangan China, termasuk maskapai nasional Air China, juga berencana untuk menaikkan biaya bahan bakar mereka mulai Minggu ini, 5 April.

Qantas, Air France-KLM, Air India, dan SAS telah menaikkan tarif mereka untuk mencerminkan kenaikan harga bahan bakar jet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Cerita Striker Irak...
Cerita Striker Irak di Piala Dunia 2026, Hampir Putus Asa usai Ayah Tewas Ditembak saat Perang
Rekomendasi
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved