Iran Balas Dendam, Serang Israel dan Aset-aset AS di Timur Tengah

Jum'at, 03 April 2026 - 11:17 WIB
loading...
A A A
“Mereka berkumpul di jalanan untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka masih berkuasa dan tidak ada yang akan berubah,” kata seorang pria berusia 30 tahun di Teheran, yang meminta namanya dirahasiakan.

Di Israel, perayaan Paskah berlanjut, meskipun beberapa orang merayakan hari raya tersebut secara diam-diam.

“Ini bukan pilihan pertama saya,” kata seorang penulis bernama Jeffrey saat makan di bunker Tel Aviv.

Ketegangan Selat Hormuz


Konflik tersebut juga telah meningkatkan tekanan pada pelayaran global, dengan Selat Hormuz—jalur untuk seperlima minyak dunia—secara efektif ditutup oleh Iran.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengumpulkan sekitar 40 negara untuk menuntut pembukaan kembali selat tersebut secara “segera dan tanpa syarat”, sementara Italia menyerukan koridor kemanusiaan untuk mencegah krisis pangan di Afrika.

Teheran mengatakan sedang menyusun kerangka kerja pasca-perang dengan Oman untuk mengawasi lalu lintas maritim, meskipun pembicaraan belum dimulai.

Sementara itu, Kepala Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed AlBudaiwi menyerukan dukungan PBB untuk melindungi pelayaran melalui selat tersebut, memperingatkan bahwa Iran telah memblokir kapal-kapal komersial dan memberlakukan syarat-syarat untuk pelayaran.

Bahrain telah mengusulkan rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan mengizinkan penggunaan kekuatan untuk memastikan transit bebas, meskipun langkah yang didukung AS ini telah memecah belah anggota menjelang pemungutan suara.

Dengan latar belakang tersebut, Trump telah memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut dapat menargetkan infrastruktur energi Iran jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Dia mengatakan Washington "mengincar target-target utama", termasuk pembangkit listrik, sambil juga menyarankan kepemimpinan baru Teheran dapat terbukti "lebih masuk akal" dalam potensi pembicaraan.

Iran menolak tawaran AS sebagai "maksimalis dan irasional", mengatakan bahwa pesan-pesan telah disampaikan melalui perantara tetapi tidak ada negosiasi langsung yang sedang berlangsung.

Kementerian Kesehatan Iran mengatakan Institut Pasteur, sebuah pusat medis berusia seabad di Teheran, telah rusak parah akibat serangan AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Timnas Iran Pakai Pin...
Timnas Iran Pakai Pin 168 di Piala Dunia 2026, Simbol Korban Tewas Serangan Udara di Minab
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Dipaksa Trump, Israel...
Dipaksa Trump, Israel Hentikan Serangan ke Iran tapi Tidak ke Lebanon
Rekomendasi
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Berita Terkini
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved