Iran: Sudah Saatnya Arab Saudi Mengusir Pasukan AS!

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:16 WIB
loading...
Iran: Sudah Saatnya...
Iran mendesak Kerajaan Arab Saudi untuk mengusir pasukan Amerika Serikat. Foto/US Air Forces Central
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mendesak Arab Saudi untuk mengusir pasukan Amerika Serikat (AS) dari wilayah kerajaan tersebut. Dia menegaskan kembali bahwa serangan Teheran di kawasan Timur Tengah hanya menargetkan musuh-musuhnya.

"Iran menghormati Kerajaan Arab Saudi dan menganggapnya sebagai negara saudara," kata tulis Araghchi di X, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Iran Merudal Pesawat Mata-mata AS hingga Hancur Total, Ini Penampakannya

"Operasi kami ditujukan kepada agresor musuh yang tidak menghormati orang Arab atau Iran, dan tidak dapat memberikan keamanan apa pun...Lihat saja apa yang kami lakukan terhadap komando udara mereka. Sudah saatnya mengusir pasukan AS," lanjut Araghchi, yang mengunggah pesawat komando dan kontrol E-3 Sentry AS yang hancur di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa sebuah pesawat komando dan kontrol E-3 Sentry AWACS Angkatan Udara AS telah hancur 100% dalam serangan rudal dan drone Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan.

Menurut IRGC pada hari Minggu, E-3—yang juga dikenal sebagai pesawat mata-mata—terkena serangan bersama beberapa pesawat AS lainnya selama serangan hari Jumat di pangkalan tersebut, yang terletak sekitar 96 km (60 mil) tenggara Riyadh.

"Pangkalan Arab Saudi tersebut menjadi sasaran sebagai respons atas tindakan permusuhan dari tentara teroris AS,” bunyi pengumuman IRGC.

Laporan dari AP pada hari Senin menyebutkan setidaknya enam rudal balistik dan 29 UAV digunakan dalam serangan tersebut. Serangan ini menyebabkan setidaknya 15 tentara AS terluka, termasuk lima dalam kondisi serius.

Air & Space Forces Magazine, sebuah publikasi AS, juga melaporkan hancurnya pesawat AWACS di Pangkalan Udara Prince Sultan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Pada hari Sabtu, OSINTdefender, sebuah monitor intelijen sumber terbuka, menerbitkan foto-foto di X yang diklaimnya menangkap kerusakan yang terjadi pada pesawat mata-mata tersebut. Pesawat itu tampaknya terkena di bagian belakangnya tempat kubah radar berputarnya yang khas berada.

Sementara itu, stasiun televisi Iran, PressTV, merilis citra satelit yang diduga menunjukkan hancurnya beberapa pesawat di pangkalan Arab Saudi tersebut.

Komando Pusat (CENTCOM) AS menolak berkomentar tentang hilangnya pesawat E-3 ketika didekati oleh media.

Data pelacakan penerbangan sumber terbuka menunjukkan bahwa setidaknya enam pesawat semacam itu telah ditempatkan di Pangkalan Udara Prince Sultan, yang telah menjadi target Iran tiga kali dalam seminggu terakhir.

Boeing memproduksi sekitar 70 unit pesawat E-3 Sentry antara tahun 1977 dan 1992, dengan 16 di antaranya dilaporkan masih beroperasi di Angkatan Udara AS. Pesawat-pesawat ini dirancang untuk menyediakan pengawasan, komando, kendali, dan komunikasi dalam segala cuaca, dan—meskipun sudah tua—tetap penting untuk operasi militer Amerika.

Sebuah E-3 Sentry berharga sekitar USD270 juta untuk diproduksi, tetapi E-7 Wedgetail, yang dilihat Pentagon sebagai pengganti pesawat mata-mata yang lebih tua, dihargai lebih dari USD700 juta.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved