Sudah 3 Tentara Indonesia Gugur di Lebanon dalam 24 Jam, Salah Satunya akibat Serangan Israel

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Israel membalas dengan pengeboman Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut dan sejak itu memperluas invasi daratnya, yang telah menyebabkan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.

Misi penjaga perdamaian di Lebanon selatan pertama kali dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB pada tahun 1978 untuk mengonfirmasi penarikan Israel dari Lebanon dan membantu memulihkan ketertiban setelah invasi pertama Israel ke negara tersebut.

Sejak saat itu, setidaknya 339 anggota UNIFIL telah meninggal saat bertugas, menurut data PBB, yang diperbarui pada 31 Januari.

Pada tahun 2006, Israel dan Hizbullah menyetujui gencatan senjata yang diusulkan PBB untuk mengakhiri perang Israel-Lebanon. Tetapi perang kembali pecah setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Pada tahun 2024, serangan Israel dilaporkan terhadap pasukan penjaga perdamaian beberapa minggu setelahnya.memulai operasi darat di Lebanon. Israel menuduh mereka menghalangi pada saat itu, menuntut agar mereka meninggalkan daerah tersebut.

Dua pasukan penjaga perdamaian PBB dari Sri Lanka juga terluka pada Oktober 2024 akibat serangan Israel di dekat menara pengawas mereka di Lebanon selatan.

Para pakar PBB mengatakan bahwa meskipun perjanjian gencatan senjata ditandatangani pada November 2024, Israel terus menyerang wilayah Lebanon "hampir setiap hari", menambah jumlah korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan di kalangan warga sipil.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved