3.500 Marinir Siaga Penuh, AS Siapkan Invasi Darat Berminggu-minggu di Iran
Minggu, 29 Maret 2026 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Negara-negara telah berupaya mencari rute alternatif ke Selat Hormuz. Bab el-Mandeb, di ujung selatan Semenanjung Arab, sangat penting bagi kapal-kapal yang menuju Terusan Suez melalui Laut Merah, dan Arab Saudi telah mengirimkan jutaan barel minyak mentah setiap hari melaluinya karena Selat Hormuz secara efektif tertutup.
Sekitar 12% perdagangan dunia biasanya melewati Bab el-Mandeb dan sekitar 10% perdagangan maritim global - termasuk 40% lalu lintas kapal kontainer - melewati Terusan Suez setiap tahunnya.
Pemberontak Houthi menyerang lebih dari 100 kapal dagang dengan rudal dan drone, menenggelamkan dua kapal, antara November 2023 dan Januari 2025, dengan alasan serangan tersebut sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza selama perang antara Israel dan Hamas di sana.
Keterlibatan Houthi juga akan mempersulit pengerahan USS Gerald R. Ford, kapal induk yang tiba di Kroasia pada hari Sabtu untuk perbaikan. Mengirim kapal induk ke Laut Merah dapat memicu serangan serupa dengan yang dialami USS Dwight D. Eisenhower pada tahun 2024 dan USS Harry S. Truman pada tahun 2025.
Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, sejak 2014. Arab Saudi melancarkan perang melawan Houthi atas nama pemerintah Yaman di pengasingan pada tahun 2015, dan para pemberontak tetap berada di luar konflik saat ini karena gencatan senjata yang tidak stabil dengan Arab Saudi.
Presiden Trump telah memberi Iran waktu hingga 6 April untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran mengatakan belum terlibat dalam negosiasi apa pun.
Utusan Trump, Steve Witkoff, mengatakan Washington telah menyampaikan "daftar aksi" 15 poin kepada Iran untuk kemungkinan gencatan senjata, dengan proposal untuk membatasi program nuklir Iran — isu yang menjadi inti ketegangan dengan AS dan Israel — dan membuka kembali selat tersebut. Teheran menolak usulan tersebut dan mengajukan usulan lima poin yang mencakup ganti rugi dan pengakuan kedaulatannya atas jalur perairan tersebut.
Sekitar 12% perdagangan dunia biasanya melewati Bab el-Mandeb dan sekitar 10% perdagangan maritim global - termasuk 40% lalu lintas kapal kontainer - melewati Terusan Suez setiap tahunnya.
Pemberontak Houthi menyerang lebih dari 100 kapal dagang dengan rudal dan drone, menenggelamkan dua kapal, antara November 2023 dan Januari 2025, dengan alasan serangan tersebut sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza selama perang antara Israel dan Hamas di sana.
Keterlibatan Houthi juga akan mempersulit pengerahan USS Gerald R. Ford, kapal induk yang tiba di Kroasia pada hari Sabtu untuk perbaikan. Mengirim kapal induk ke Laut Merah dapat memicu serangan serupa dengan yang dialami USS Dwight D. Eisenhower pada tahun 2024 dan USS Harry S. Truman pada tahun 2025.
Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, sejak 2014. Arab Saudi melancarkan perang melawan Houthi atas nama pemerintah Yaman di pengasingan pada tahun 2015, dan para pemberontak tetap berada di luar konflik saat ini karena gencatan senjata yang tidak stabil dengan Arab Saudi.
Presiden Trump telah memberi Iran waktu hingga 6 April untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran mengatakan belum terlibat dalam negosiasi apa pun.
Utusan Trump, Steve Witkoff, mengatakan Washington telah menyampaikan "daftar aksi" 15 poin kepada Iran untuk kemungkinan gencatan senjata, dengan proposal untuk membatasi program nuklir Iran — isu yang menjadi inti ketegangan dengan AS dan Israel — dan membuka kembali selat tersebut. Teheran menolak usulan tersebut dan mengajukan usulan lima poin yang mencakup ganti rugi dan pengakuan kedaulatannya atas jalur perairan tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :