3.500 Marinir Siaga Penuh, AS Siapkan Invasi Darat Berminggu-minggu di Iran

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:17 WIB
loading...
3.500 Marinir Siaga...
Sebanyak 3.500 tentara siaga penuh, AS siapkan invasi darat berminggu-minggu di Iran. Foto/CENTCOM
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menunjukkan kesiapan untuk menggelar invasi darat ke Iran . Invasi itu juga dilaksanakan selama beberapa pekan. Rencana itu seiring dengan 3.500 Marinir AS tiba di Timur Tengah.

Washington Post, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Pentagon sedang mempersiapkan operasi darat selama beberapa minggu di Iran.

Para pejabat tersebut mengatakan kepada publikasi itu bahwa kemungkinan operasi darat tersebut "tidak akan sampai pada invasi skala penuh" dan dapat melibatkan serangan oleh pasukan khusus dan "pasukan infanteri konvensional".

WP mengatakan tidak jelas apakah Trump akan menyetujui semua, sebagian, atau tidak satu pun dari rencana Pentagon.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan sekitar 3.500 pasukan tambahan telah tiba di Timur Tengah dengan kapal USS Tripoli.

Para pelaut dan marinir tersebut tergabung dalam Unit Ekspedisi Marinir ke-31 dan tiba di wilayah tersebut pada 27 Maret, bersama dengan “pesawat angkut dan pesawat tempur serang, serta aset serbu amfibi dan taktis”.

Pengerahan ini terjadi bahkan ketika Trump mengklaim bahwa negosiasi sedang berlangsung untuk mengakhiri perang di Iran. Militer AS juga diperkirakan akan mengerahkan ribuan tentara lagi dari Divisi Lintas Udara ke-82.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dalam unggahan media sosial bahwa USS Tripoli, yang berfungsi sebagai kapal induk untuk Grup Siap Amfibi Tripoli / Unit Ekspedisi Marinir ke-31, telah tiba di wilayah tanggung jawabnya.

Kapal ini merupakan kapal perang amfibi yang paling mutakhir, yang dikenal sebagai "dek besar," yang memungkinkan lebih banyak ruang untuk jet tempur siluman F-35, Osprey, dan pesawat lainnya. Kapal tersebut sebelumnya berbasis di Jepang ketika perintah untuk dikerahkan ke Timur Tengah datang hampir dua minggu yang lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved