Media Inggris Hapus Artikel 'Epstein Empire' tentang Umat Kristen dan Hizbullah, Ada Apa?

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:32 WIB
loading...
Media Inggris Hapus...
Media Inggris, The Telegraph, menghapus artikel berita berjudul Christians and Hezbollah unite against Epstein empire di tengah serangan Israel terhadap Hizbullah Lebanon. Foto/X @Glenn_Diesen
A A A
BEIRUT - The Telegraph, media yang berbasis di Inggris, telah menghapus sebuah artikel dari situs webnya tentang "Epstein empire" dan hubungan erat antara Hizbullah dan umat Kristen di kota Ras Baalbek, Lebanon. Artikel berjudul Christians and Hezbollah unite against 'Epstein empire'tersebut diterbitkan pada 23 Maret dan sempat bisa diakses sehari sebelum akhirnya dihapus.

Isi artikel itu menggambarkan gerakan militan Hizbullah secara positif sambil menyebutkan kebencian lokal terhadap Israel. Artikel diterbitkan di tengah serangan militer Israel yang sedang berlangsung terhadap Hizbullah yang dimulai awal bulan ini dan telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas, lebih dari 2.000 lainnya terluka, dan sekitar satu juta orang mengungsi.

Baca Juga: Menteri Zionis Bezalel Smotrich Desak Israel Caplok Lebanon Selatan

Zionis Israel melancarkan kampanye militer setelah Hizbullah melancarkan gelombang serangan terhadap negara Yahudi itu sebagai pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Menurut artikel tersebut, yang sekarang tidak dapat diakses, penduduk Ras Baalbek menjalin ikatan yang kuat dengan Hizbullah ketika para militan tersebut datang untuk membela mereka dari serangan kelompok Islamic State atau ISIS dari tahun 2013 hingga 2017. Hizbullah juga dilaporkan membantu kota tersebut dengan perawatan medis selama pandemi Covid-19, memasok generator listrik, dan bahkan pohon Natal.

“Hubungan antara desa dan Hizbullah lebih kuat daripada dengan Paus,” kata Rifiat Nasrallah, kepala desa dengan populasi Katolik yang berjumlah 6.000 jiwa kepada The Telegraph, menambahkan bahwa anggota gerakan Muslim Syiah tersebut “melindungi gereja-gereja kami.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved