Menteri Zionis Bezalel Smotrich Desak Israel Caplok Lebanon selatan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:15 WIB
loading...
Menteri Zionis Bezalel...
Menteri Keuangan Zionis Israel Bezalel Smotrich mendesak Israel untuk mencaplok wilayah Lebanon selatan. Foto/WAFA
A A A
TEL AVIV - Menteri Keuangan Zionis Israel Bezalel Smotrich mengatakan Israel harus memperluas perbatasannya dengan Lebanon hingga Sungai Litani jauh di dalam wilayah selatan negara itu. Desakan pencaplokan wilayah Lebanon ini disampaikan pada hari Senin ketika pasukan Zionis mengebom jembatan dan menghancurkan rumah-rumah di daerah tersebut dalam serangan militer yang meningkat.

Komentar Smotrich adalah yang paling eksplisit hingga saat ini dari seorang pejabat senior Israel tentang perebutan wilayah Lebanon dalam pertempuran yang menurut Zionis menargetkan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran.

Baca Juga: Israel Playing Victim! Serang Iran Duluan, Begitu Dibalas Merasa Jadi Korban

Lebanon terseret ke dalam perang regional pada 2 Maret ketika Hizbullah menembakkan rudal ke Israel. Sejak saat itu, Israel telah memerintahkan semua penduduk untuk meninggalkan daerah di selatan Sungai Litani karena mereka membombardir daerah tersebut dengan serangan udara, menganggapnya sebagai benteng Hizbullah.

Otoritas Lebanon mengatakan serangan udara dan darat Israel telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, dan lebih dari satu juta orang telah diusir dari rumah mereka karena Israel telah memerintahkan penduduk untuk mengungsi dari sebagian besar wilayah negara itu.

"Perbatasan Israel yang Baru Haruslah Litani"


Smotrich mengatakan kepada sebuah program radio Israel bahwa kampanye militer di Lebanon ”perlu diakhiri dengan realitas yang berbeda sama sekali, baik dengan keputusan Hizbullah maupun dengan perubahan perbatasan Israel.”

“Saya katakan di sini dengan tegas... di setiap ruangan dan dalam setiap diskusi juga: perbatasan Israel yang baru haruslah Litani,” kata Smotrich.

Smotrich, pemimpin partai sayap kanan kecil di kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sering membuat komentar yang melampaui kebijakan resmi Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved