Kisah Raja Faisal Arab Saudi Cekik Ekonomi AS dengan Embargo Minyak karena Amerika Pro-Israel

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:35 WIB
loading...
A A A
Kedua negara kemudian mulai bekerja sama lebih erat dalam sektor energi. Arab Saudi tetap menjadi salah satu penyedia minyak terbesar bagi Amerika Serikat, dan kerja sama ini membantu menstabilkan pasar energi global.

Kedua negara juga memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas di Timur Tengah. Mereka kembali akur, menjalin kerja sama dalam berbagai isu regional, seperti keamanan dan penanganan terorisme, membantu memperkuat hubungan bilateral.

Nasib Tragis Raja Faisal


Meski tercatat sebagai raja pemberani, Raja Faisal meninggal dengan cara tragis. Dia meninggal pada 25 Maret 1975 akibat ditembak oleh keponakannya sendiri; Faisal bin Musaid al-Saud, dari jarak dekat di istana Riyadh.

Pelaku kemudian ditangkap, diadili dan eksekusi mati pada tahun yang sama.

Motif pembunuhan terhadap Raja Faisal hingga hari ini tidak pernah benar-benar dipastikan secara tunggal. Namun, para sejarawan dan laporan resmi umumnya mengerucut pada tiga penjelasan utama—dengan satu yang paling kuat.

Pertama, motif dendam pribadi. Ini merupakan versi resmi pemerintah Arab Saudi dan menjadi penjelasan yang paling luas diterima.

Faisal bin Musaid diduga menyimpan dendam terkait kematian kakaknya, Khalid bin Musaid al-Saud yang tewas pada 1965 saat terlibat dalam protes terhadap kebijakan modernisasi Arab Saudi, termasuk kontroversi seputar televisi yang didukung oleh Raja Faisal.

Kedua, faktor psikologis dan perilaku. Pelaku diketahui pernah tinggal dan belajar di Amerika Serikat. Pelaku memiliki perilaku tidak stabil, dan diduga mengalami gangguan psikologis.

Namun, tidak ada diagnosis resmi yang benar-benar mengonfirmasi bahwa pelaku mengalami gangguan mental berat.

Ketiga, spekulasi politik dan konspirasi. Karena posisi Raja Faisal sangat berpengaruh—terutama setelah embargo minyak tahun 1973, muncul berbagai teori. Seperti dugaan keterlibatan intelijen asing, motif pembunuhan terkait sikap anti-Barat dan anti-Zionisme, dan motif ketegangan geopolitik pasca-embargo minyak.

Hanya saka, tidak ada bukti kuat atau dokumen resmi yang membenarkan keterlibatan pihak luar. Sebagian besar sejarawan menganggap ini sebagai spekulasi politik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Berita Terkini
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved