Kisah Raja Faisal Arab Saudi Cekik Ekonomi AS dengan Embargo Minyak karena Amerika Pro-Israel
Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Peningkatan harga minyak memberikan keuntungan besar dan memungkinkan Arab Saudi untuk membangun cadangan devisa yang signifikan, serta melaksanakan berbagai proyek pembangunan infrastruktur dan modernisasi ekonomi.
David Simon mencatat dalam Oil, Energy, and the Middle East, “Arab Saudi mengalami lonjakan pendapatan minyak yang luar biasa, yang memungkinkan mereka untuk berinvestasi besar-besaran dalam pembangunan nasional dan modernisasi.”
Embargo minyak oleh Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya dimulai pada 17 Oktober 1973, dan berlangsung hingga Maret 1974.
Pada Maret 1974, embargo mulai dicabut secara bertahap, meskipun beberapa negara Arab terus memberlakukan pembatasan produksi sebagai alat politik hingga tahun 1974.
Sebagai respons terhadap embargo minyak dan krisis energi yang menyusul, Amerika Serikat mengambil beberapa langkah strategis.
Pertama, melakukan diversifikasi sumber energi, yakni mulai mencari cara untuk mengurangi ketergantungan pada minyak Timur Tengah. Mereka meningkatkan investasi dalam energi alternatif dan pengembangan sumber energi domestik, seperti minyak shale dan gas alam.
Kedua, meningkatkan cadangan minyak strategi. Pada tahun 1975, Amerika Serikat mendirikan Strategic Petroleum Reserve (SPR), sebuah cadangan minyak strategis yang dirancang untuk melindungi negara dari krisis energi di masa depan.
Ketiga, memperkenalkan kebijakan energi yang lebih ketat. Ini termasuk efisiensi energi dan pengaturan harga bahan bakar untuk mengurangi dampak fluktuasi harga minyak global.
Keempat, gencarkan diplomasi. Amerika Serikat meningkatkan upaya diplomasi untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara penghasil minyak Arab dan untuk menstabilkan pasar energi global.
Lambat laun, krisis minyak itu berakhir dan hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi mulai membaik secara bertahap.
Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, Amerika Serikat dan Arab Saudi menandatangani sejumlah perjanjian keamanan dan ekonomi yang saling menguntungkan. Salah satu contoh penting adalah perjanjian penjualan senjata, di mana Amerika Serikat mulai menyediakan peralatan militer canggih kepada Arab Saudi.
David Simon mencatat dalam Oil, Energy, and the Middle East, “Arab Saudi mengalami lonjakan pendapatan minyak yang luar biasa, yang memungkinkan mereka untuk berinvestasi besar-besaran dalam pembangunan nasional dan modernisasi.”
Durasi Embargo Minyak oleh Arab Saudi Cs
Embargo minyak oleh Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya dimulai pada 17 Oktober 1973, dan berlangsung hingga Maret 1974.
Pada Maret 1974, embargo mulai dicabut secara bertahap, meskipun beberapa negara Arab terus memberlakukan pembatasan produksi sebagai alat politik hingga tahun 1974.
Sebagai respons terhadap embargo minyak dan krisis energi yang menyusul, Amerika Serikat mengambil beberapa langkah strategis.
Pertama, melakukan diversifikasi sumber energi, yakni mulai mencari cara untuk mengurangi ketergantungan pada minyak Timur Tengah. Mereka meningkatkan investasi dalam energi alternatif dan pengembangan sumber energi domestik, seperti minyak shale dan gas alam.
Kedua, meningkatkan cadangan minyak strategi. Pada tahun 1975, Amerika Serikat mendirikan Strategic Petroleum Reserve (SPR), sebuah cadangan minyak strategis yang dirancang untuk melindungi negara dari krisis energi di masa depan.
Ketiga, memperkenalkan kebijakan energi yang lebih ketat. Ini termasuk efisiensi energi dan pengaturan harga bahan bakar untuk mengurangi dampak fluktuasi harga minyak global.
Keempat, gencarkan diplomasi. Amerika Serikat meningkatkan upaya diplomasi untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara penghasil minyak Arab dan untuk menstabilkan pasar energi global.
Lambat laun, krisis minyak itu berakhir dan hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi mulai membaik secara bertahap.
Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, Amerika Serikat dan Arab Saudi menandatangani sejumlah perjanjian keamanan dan ekonomi yang saling menguntungkan. Salah satu contoh penting adalah perjanjian penjualan senjata, di mana Amerika Serikat mulai menyediakan peralatan militer canggih kepada Arab Saudi.
Lihat Juga :