Iran Ungkap Daftar 6 Negara Sahabat Bebas Lewat Selat Hormuz, Indonesia Tak Disebut

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:38 WIB
loading...
Iran Ungkap Daftar 6...
Iran ungkap daftar 6 negara sahabat yang dibebaskan melewati Selat Hormuz dengan aman. Nama Indonesia tak disebut dalam daftar tersebut. Foto/Fox News
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkap daftar enam "negara bersabahat" yang kapal-kapalnya bebas melintasi Selat Hormuz dengan aman. Indonesia tak ikut disebut dalam daftar enam negara itu.

Selat Hormuz, jalur perairan sempit Teluk Persia, yang biasanya dilewati seperlima minyak dunia, telah berada di bawah kendali Iran sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang melawan Iran 28 Februari.

Berbicara kepada stasiun televisi pemerintah Iran, Araghchi mengklarifikasi bahwa Selat Hormuz—bertentangan dengan klaim media Barat—tidak sepenuhnya tertutup.

Baca Juga: 4 Skenario Bila Pasukan Darat AS Serbu Iran: Bisa Duduki Situs Nuklir, Juga Bisa Dibantai IRGC

"Banyak pemilik kapal, atau negara-negara yang memiliki kapal-kapal ini, telah menghubungi kami dan meminta agar kami memastikan jalur aman mereka melalui selat tersebut. Untuk beberapa negara yang kami anggap bersahabat, atau dalam kasus di mana kami telah memutuskan untuk melakukannya karena alasan lain, angkatan bersenjata kami telah menyediakan jalur aman," kata Araghchi, seperti dikutip Reuters, Kamis (26/3/2026).

“Anda telah melihat di berita: China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India. Dua kapal mereka melewati selat ini beberapa malam yang lalu, dan beberapa negara lain, bahkan Bangladesh, saya yakin. Ini adalah negara-negara yang telah berbicara dengan kami dan berkoordinasi dengan kami, dan ini akan berlanjut di masa depan juga, bahkan setelah perang,” papar Araghchi, merinci enam negara yang dianggap bersahabat.

"Tidak Ada Izin Masuk untuk Musuh"


Araghchi juga mengindikasikan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan negara-negara yang dianggap sebagai musuh atau yang terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung tidak akan diizinkan untuk lewat. Dia mengatakan kapal-kapal dari Amerika Serikat, Israel, dan beberapa negara Teluk yang berperan dalam krisis saat ini tidak akan diberikan izin untuk transit melalui selat tersebut.

“Kita berada dalam keadaan perang. Kawasan ini adalah zona perang, dan tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh kita dan sekutu mereka untuk lewat. Tetapi selat ini tetap terbuka untuk negara lain,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya...
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya Tewas dalam Kebakaran Apartemen, Loncat dari Lantai 7
Rekomendasi
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved