AS Pertimbangkan Kirim 3.000 Pasukan Lintas Udara untuk Rebut Pulau Kharg Iran

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:44 WIB
loading...
AS Pertimbangkan Kirim...
Pasukan lintas udara AS. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Para pejabat militer senior Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan kemungkinan mengerahkan pasukan lintas udara untuk merebut Pulau Kharg, yang bertanggung jawab atas 90% ekspor minyak mentah Iran. Kabar itu dilaporkan New York Times, mengutip sumber pertahanan Amerika.

AS menyerang target militer di pulau yang terletak sekitar 25 kilometer (15 mil) dari pantai Iran di Teluk Persia pada pertengahan Maret, tetapi menahan diri untuk tidak menyerang infrastruktur energi.

Laporan telah beredar sejak saat itu, yang mengklaim Washington dapat meluncurkan operasi darat untuk mengambil kendali atas pusat minyak utama tersebut dalam upaya untuk melumpuhkan ekonomi Teheran setelah tiga minggu sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Republik Islam.

Iran telah memperingatkan mereka akan membakar fasilitas minyak dan gas di negara-negara Teluk jika serangan terhadap Pulau Kharg dilakukan.

Pada hari Senin, Iran juga mengancam akan membalas dengan memasang ranjau di Selat Hormuz dan semua jalur air lainnya di wilayah tersebut.

Rencana yang sedang dipertimbangkan di Pentagon adalah mengirim sekitar 3.000 tentara dari "Pasukan Respons Cepat" Divisi Lintas Udara ke-82, yang dikatakan mampu dikerahkan ke mana saja di seluruh dunia dalam waktu 18 jam, untuk melakukan serangan di pulau tersebut, demikian menurut artikel NYT pada hari Senin.

Opsi lain yang sedang dibahas adalah menggunakan 2.500 pasukan dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31, yang sudah dalam perjalanan ke Timur Tengah, untuk operasi tersebut, tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved