Filipina Jadi Negara Pertama yang Menyatakan Darurat Energi akibat Perang Iran
Selasa, 24 Maret 2026 - 21:23 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat setempat mengatakan deklarasi tersebut memungkinkan pendekatan "seluruh pemerintah", yang memungkinkan pihak berwenang untuk memobilisasi sumber daya secara lebih efektif, mengelola distribusi bahan bakar, dan menerapkan program bantuan yang ditargetkan untuk komunitas yang terkena dampak.
Negara Asia Tenggara ini memperoleh hampir 26% pasokan energinya dari Timur Tengah, dengan tagihan pada tahun 2024 mencapai USD16 miliar.
Eskalasi regional di Timur Tengah terus berlanjut sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal berulang kali yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Teheran juga telah menguasai Selat Hormuz, jalur transportasi minyak global yang penting yang dilalui sebagian besar pasokan energi untuk mencapai sebagian besar negara Asia.
Negara Asia Tenggara ini memperoleh hampir 26% pasokan energinya dari Timur Tengah, dengan tagihan pada tahun 2024 mencapai USD16 miliar.
Eskalasi regional di Timur Tengah terus berlanjut sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal berulang kali yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Teheran juga telah menguasai Selat Hormuz, jalur transportasi minyak global yang penting yang dilalui sebagian besar pasokan energi untuk mencapai sebagian besar negara Asia.
(mas)
Lihat Juga :