Langka, Presiden Negara NATO Berani Tegur AS: Perang Iran Adalah Kesalahan Fatal!

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:24 WIB
loading...
Langka, Presiden Negara...
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berani menegur Amerika Serikat, menyebut perang Iran sebagai kesalahan fatal. Foto/Anadolu
A A A
BERLIN - Perang Iran adalah “kesalahan fatal” yang melanggar hukum internasional. Demikian disampaikan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam teguran yang luar biasa blakblakan terhadap kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menurutnya menandai keretakan hubungan Jerman dengan sekutu terbesarnya pasca-perang.

Dalam serangan verbal yang pedas, presiden dari negara NATO tersebut—yang peran seremonialnya memungkinkannya untuk berbicara lebih bebas daripada politisi—mengambil sikap yang jauh lebih kritis daripada Kanselir Friedrich Merz, yang telah menghindari pertanyaan tentang legalitas perang tersebut.

Baca Juga: Mossad Gagal Gulingkan Rezim Iran, PM Israel Benjamin Netanyahu Frustrasi

“Kebijakan luar negeri kita tidak menjadi lebih meyakinkan hanya karena kita tidak menyebut pelanggaran hukum internasional sebagai pelanggaran hukum internasional,” kata Steinmeier, yang juga merupakan mantan menteri luar negeri dari Partai Sosial Demokrat, dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri Jerman, Selasa (24/3/2026).

“Kita harus membahas hal ini terkait perang di Iran. Karena, menurut pandangan saya, perang ini bertentangan dengan hukum internasional,” katanya lagi, menambahkan bahwa dia hampir tidak ragu bahwa pembenaran atas sifat serangan yang akan segera terjadi terhadap target AS tidak beralasan.

Menyebut perang itu tidak perlu dan sebagai “kesalahan politik yang sangat fatal”, Steinmeier mengatakan masa jabatan kedua Trump menandai keretakan dalam hubungan luar negeri Jerman yang sama mendalamnya dengan invasi Rusia ke Ukraina.

“Sama seperti saya percaya tidak akan ada jalan kembali dalam hubungan dengan Rusia sebelum 24 Februari 2022, demikian pula saya percaya tidak akan ada jalan kembali dalam hubungan transatlantik sebelum 20 Januari 2025,” kata Steinmeier.

Mengurangi Ketergantungan


Steinmeier mengatakan Jerman harus menerapkan pelajaran yang dipelajarinya dalam melepaskan diri dari “ketergantungan yang berlebihan” pada Rusia dan menerapkannya pada AS, khususnya di bidang pertahanan dan teknologi—yang diterjemahkan menjadi kekuatan.

Jerman telah menekankan pentingnya menciptakan alternatif untuk teknologi yang didominasi AS seiring meningkatnya kekhawatiran atas akses AS.

China kembali menjadi mitra dagang utama Jerman dalam delapan bulan pertama tahun 2025, mengungguli AS karena tarif yang lebih tinggi membebani ekspor Jerman. Perdagangan antara AS dan Jerman mencapai lebih dari €163 miliar selama periode tersebut.

Steinmeier mengatakan perselisihan baru-baru ini antara Pentagon dan Anthropic mengenai pengamanan seputar artificial intelligence (AI) Anthropic dapat menjadi peringatan, atau bahkan peluang, bagi Eropa.

“Eropa sebagai pusat teknologi memiliki talenta, pasar, peluang, dan yang terpenting, standar etika. Kita harus membangun di atas hal-hal tersebut,” katanya, seperti dikutip dari Reuters.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Berita Terkini
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved