Komandan Top AS Kirim Pesan Penting kepada Rakyat Iran: Tetaplah di Dalam Rumah untuk Saat Ini!

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:30 WIB
loading...
Komandan Top AS Kirim...
Kepala CENTCOM Amerika Serikat, Laksamana Brad Cooper, mengirim pesan penting kepada rakyat Iran, medesak mereka untuk tetap di dalam rumah pada saat ini. Foto/US Navy
A A A
TEL AVIV - Kepala Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS), Laksamana Brad Cooper, mengirim pesan penting yang jarang terjadi kepada rakyat Iran. Isi pesan itu adalah mendesak mereka untuk tetap berada di dalam rumah—seperti isyarat akan adanya serangan militer.

Komandan top Amerika itu juga mengeklam bahwa pasukan rezim Iran telah melancarkan serangan dari daerah berpenduduk dan membahayakan warga biasa.

Baca Juga: Media AS: Arab Saudi dan UEA Makin Dekat Gabung Perang Melawan Iran

Berbicara dalam wawancara dengan jurnalis Samira Gharaei dari Iran International—sebuah saluran oposisi Iran—, Cooper menyampaikan pesan yang ditujukan bukan kepada kepemimpinan Teheran—tetapi kepada warganya.

“Mereka meluncurkan rudal dan drone dari daerah padat penduduk dan Anda harus tetap berada di dalam rumah untuk saat ini,” kata Cooper, Selasa (24/3/2026).

“Akan ada sinyal yang jelas...agar Anda bisa keluar," lanjut dia.

Cooper menuduh kepemimpinan militer Iran membahayakan rakyatnya sendiri, menggambarkan kampanye yang semakin ditandai dengan keputusasaan.

“Dalam beberapa minggu terakhir, mereka telah menyerang target sipil dengan sangat sengaja, lebih dari 300 kali," klaim Cooper.

Dia menambahkan bahwa skala serangan Iran telah berkurang—dari rentetan serangan besar menjadi serangan terisolasi—menunjukkan melemahnya kapasitas operasional rezim Teheran.

Titik Sempit Selat Hormuz dalam Bahaya


Cooper mengatakan meskipun secara fisik tetap terbuka, Selat Hormuz yang vital secara efektif telah ditutup oleh ancaman Iran yang terus-menerus.

“Alasan kapal tidak melintas saat ini adalah karena Republik Islam menembaki mereka dengan drone dan rudal," katanya.

Cooper menekankan bahwa konflik dapat berakhir segera jika kepemimpinan Iran memilih untuk menghentikan serangan.

“Mereka perlu berhenti membahayakan rakyat Iran yang luar biasa...dan segera berhenti menyerang warga sipil di seluruh Timur Tengah," sambung dia.

Pada saat yang sama, dia mengatakan pasukan pimpinan AS memperluas kampanye mereka di luar ancaman saat ini—menargetkan produksi drone dan rudal serta aset Angkatan Laut untuk menurunkan kemampuan jangka panjang Iran.

"Kami tidak hanya mendeteksi mereka (peluncur, rudal, dan drone), kami juga melenyapkan ancaman tersebut dalam jumlah besar," imbuh Cooper.

Dalam salah satu pernyataan paling tajam dalam wawancara tersebut, Cooper membandingkan kepemimpinan Iran dengan pasukan biasa.

Jenderal senior, katanya, tetap berada di bunker yang dalam dan terlindungi. "Sementara tentara tidak terlindungi di lapangan," katanya.

Lebih lanjut, Cooper menyoroti apa yang dia gambarkan sebagai jaringan pertahanan udara terintegrasi terbesar dalam sejarah Timur Tengah, dengan AS dan sekutunya mencegat drone dan rudal yang datang yang diarahkan ke seluruh wilayah tersebut.

Meskipun Cooper mengatakan operasi "berjalan lebih cepat atau sesuai rencana", dia menjelaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri konflik pada akhirnya berada di tangan Presiden Donald Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
Nasib IHSG Siang Ini,...
Nasib IHSG Siang Ini, Babak Belur Tergelincir 2,42% ke 5.679
Tumbangkan Jerman, Paraguay...
Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved