Menteri Zionis Bezalel Smotrich Desak Israel Caplok Lebanon selatan
Selasa, 24 Maret 2026 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Kantor Netanyahu tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Smotrich. Menteri Pertahanan Israel Katz mengisyaratkan awal bulan ini tentang rencana untuk merebut wilayah, dengan mengatakan Lebanon dapat menghadapi "kehilangan wilayah" jika tidak melucuti senjata Hizbullah.
Pernyataan Smotrich sangat menggema di Lebanon, yang sedang berusaha keluar dari siklus invasi dan pendudukan selama beberapa dekade oleh negara tetangganya. Pasukan Israel telah melancarkan serangan berulang kali ke Lebanon sejak 1978 dan menduduki wilayah selatan dari tahun 1982-2000.
Seorang pejabat Lebanon mengatakan kepada Reuters, Selasa (24/3/2026), bahwa Beirut masih mengandalkan kekuatan asing untuk memberikan tekanan yang cukup kepada Israel untuk mengakhiri perang, melalui tawaran dari Presiden Joseph Aoun untuk mengadakan pembicaraan langsung.
Smotrich juga menyerukan agar Israel mencaplok wilayah yang sekarang dikuasainya di Jalur Gaza, hingga garis gencatan senjata dengan Hamas. Gencatan senjata yang ditandatangani pada bulan Oktober membuat Israel menguasai 53 persen wilayah Gaza, di mana Israel telah memerintahkan penduduk untuk mengungsi dan menghancurkan bangunan-bangunan dengan buldoser.
Militer Israel mengatakan pasukannya di Lebanon sedang melakukan manuver darat dan serangan terarah terhadap militan Hizbullah dan gudang senjata, yang bertujuan untuk melindungi penduduk di Israel utara dari tembakan Hizbullah.
Pemerintah Lebanon telah melarang aktivitas militer Hizbullah dan mengatakan ingin terlibat dalam pembicaraan langsung dengan Israel.
Pada akhir pekan, Israel menyerang jembatan utama yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya setelah memerintahkan militernya untuk menghancurkan semua penyeberangan di atas Sungai Litani dan meningkatkan penghancuran rumah-rumah di dekat perbatasan selatan.
Pernyataan Smotrich sangat menggema di Lebanon, yang sedang berusaha keluar dari siklus invasi dan pendudukan selama beberapa dekade oleh negara tetangganya. Pasukan Israel telah melancarkan serangan berulang kali ke Lebanon sejak 1978 dan menduduki wilayah selatan dari tahun 1982-2000.
Seorang pejabat Lebanon mengatakan kepada Reuters, Selasa (24/3/2026), bahwa Beirut masih mengandalkan kekuatan asing untuk memberikan tekanan yang cukup kepada Israel untuk mengakhiri perang, melalui tawaran dari Presiden Joseph Aoun untuk mengadakan pembicaraan langsung.
Smotrich juga menyerukan agar Israel mencaplok wilayah yang sekarang dikuasainya di Jalur Gaza, hingga garis gencatan senjata dengan Hamas. Gencatan senjata yang ditandatangani pada bulan Oktober membuat Israel menguasai 53 persen wilayah Gaza, di mana Israel telah memerintahkan penduduk untuk mengungsi dan menghancurkan bangunan-bangunan dengan buldoser.
Militer Israel mengatakan pasukannya di Lebanon sedang melakukan manuver darat dan serangan terarah terhadap militan Hizbullah dan gudang senjata, yang bertujuan untuk melindungi penduduk di Israel utara dari tembakan Hizbullah.
Pemerintah Lebanon telah melarang aktivitas militer Hizbullah dan mengatakan ingin terlibat dalam pembicaraan langsung dengan Israel.
Jalur ke Utara Terputus
Pada akhir pekan, Israel menyerang jembatan utama yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya setelah memerintahkan militernya untuk menghancurkan semua penyeberangan di atas Sungai Litani dan meningkatkan penghancuran rumah-rumah di dekat perbatasan selatan.
Lihat Juga :