Gencarnya Iran Mendominasi Perang Medsos Melawan AS-Israel, dari Video Animasi hingga Meme...
Selasa, 24 Maret 2026 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
“Satu-satunya hal Amerika yang dapat melewati Selat Hormuz,” demikian keterangan pada unggahan tersebut.
Dalam salah satu video animasi yang lebih populer berjudul "Lord of the Straits", Iran menunjukkan bagaimana mereka berhasil menghentikan perdagangan internasional dengan tidak mengizinkan kapal-kapal melewati Selat Hormuz. Video itu juga menunjukkan presiden AS yang putus asa memohon bantuan sekutu, hanya untuk dikalahkan oleh Iran.
Iran juga menggunakan karakter Lego untuk membalas AS dan Israel. Salah satu video terbaru yang dirilis oleh media Iran menunjukkan Trump berkeringat saat Iran menyerang kapal tanker AS di Hormuz.
Setelah Netanyahu mengeklaim Iran harus "dieliminasi" karena "serangannya terhadap warga sipil", konsulat Iran di Hyderabad menepis ancaman tersebut dengan pesan publik tentang sejarah Israel.
Ebrahim Rezaei, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, dalam sebuah unggahan di X mengatakan: "Trump berbohong atau berbicara omong kosong. Serangan dahsyat angkatan bersenjata dan lonjakan harga minyak telah membuat iblis kelelahan dan putus asa. Bernegosiasi dalam kondisi ini tidak masuk akal. Musuh hanya memahami bahasa kekuatan dan rudal."
Dalam salah satu video animasi yang lebih populer berjudul "Lord of the Straits", Iran menunjukkan bagaimana mereka berhasil menghentikan perdagangan internasional dengan tidak mengizinkan kapal-kapal melewati Selat Hormuz. Video itu juga menunjukkan presiden AS yang putus asa memohon bantuan sekutu, hanya untuk dikalahkan oleh Iran.
Iran juga menggunakan karakter Lego untuk membalas AS dan Israel. Salah satu video terbaru yang dirilis oleh media Iran menunjukkan Trump berkeringat saat Iran menyerang kapal tanker AS di Hormuz.
Setelah Netanyahu mengeklaim Iran harus "dieliminasi" karena "serangannya terhadap warga sipil", konsulat Iran di Hyderabad menepis ancaman tersebut dengan pesan publik tentang sejarah Israel.
Ebrahim Rezaei, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, dalam sebuah unggahan di X mengatakan: "Trump berbohong atau berbicara omong kosong. Serangan dahsyat angkatan bersenjata dan lonjakan harga minyak telah membuat iblis kelelahan dan putus asa. Bernegosiasi dalam kondisi ini tidak masuk akal. Musuh hanya memahami bahasa kekuatan dan rudal."
(mas)
Lihat Juga :