Iran Tembak Jatuh F-35, Serangan Jet Tempur AS dan Israel Mulai Berkurang

Senin, 23 Maret 2026 - 09:39 WIB
loading...
Iran Tembak Jatuh F-35,...
Serangan jet tempur AS dan Israel mulai berkurang. Foto/Press TV
A A A
TEHERAN - Sistem pertahanan udara Iran berhasil mengurangi agresi militer oleh jet tempur Amerika dan Israel di wilayah tengah negara itu setelah pesawat F-35 diserang. Itu diungkapkan sebuah sumber intelijen tingkat tinggi kepada Press TV.

Menurut sumber tersebut, jaringan pertahanan udara Iran yang canggih dan terintegrasi telah memberikan banyak pukulan terhadap pesawat musuh yang menyerang, memaksa penurunan tempo operasi di atas Iran tengah.

"Serangan ganda oleh sistem pertahanan udara terintegrasi Iran terhadap pesawat Amerika dan Israel yang menyerang telah menyebabkan pengurangan signifikan dalam operasi militer oleh jet tempur Amerika dan Israel di wilayah tengah negara itu," kata sumber tersebut.

Sumber tersebut lebih lanjut mencatat bahwa musuh telah fokus pada pelecehan dan aksi teroris di Iran tengah tetapi sejauh ini gagal mencapai tujuannya.

"Setelah menyerang F-35, laju operasi militer telah menurun, meskipun pesawat dan drone masih digunakan untuk tujuan pengintaian," tambahnya.

Sumber intelijen tersebut juga mengungkapkan bahwa jumlah drone yang ditembak jatuh telah mencapai hampir 200. Mengutip inovasi pertahanan yang dikerahkan terhadap pesawat musuh, ia mengatakan bahwa laju serangan terhadap pesawat tempur musuh kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.

"Mengingat inovasi pertahanan terhadap pesawat musuh, tampaknya dalam beberapa hari mendatang, laju serangan terhadap pesawat tempur musuh akan meningkat," kata sumber tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved