Iran Sangkal Tudingan Serang Pangkalan AS-Inggris di Samudra Hindia

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:30 WIB
loading...
Iran Sangkal Tudingan...
Pangkalan militer AS-Inggris di Samudra Hindia. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Iran membantah menargetkan pangkalan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Inggris di Samudra Hindia. Sangkalan itu diungkap Al Jazeera, mengutip seorang pejabat senior Iran.

Terletak di pulau terpencil Diego Garcia di Kepulauan Chagos, lokasi militer tersebut dilaporkan menjadi sasaran dua rudal balistik pada Jumat pagi waktu setempat.

Tidak satu pun dari rudal yang diduga tersebut mengenai pangkalan, yang menampung sekitar 2.500 personel, sebagian besar warga Amerika.

Washington menggambarkan instalasi tersebut sebagai "platform yang hampir tak tergantikan" untuk operasi di seluruh Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika Timur.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengutuk insiden tersebut sebagai "ancaman Iran yang sembrono," sambil menegaskan Inggris tidak akan ikut serta dalam operasi ofensif dan akan membatasi perannya pada dukungan defensif.

Iran telah melakukan serangan balasan terhadap beberapa pangkalan AS di Timur Tengah dan meluncurkan drone ke arah pangkalan udara Akrotiri Inggris di Siprus selatan, yang dilaporkan menyebabkan kerusakan kecil pada fasilitas tersebut.

Downing Street mengatakan pada hari Jumat bahwa para menteri telah mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan di Inggris untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Namun, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menolak undangan Presiden AS Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Inggris "seharusnya bertindak jauh lebih cepat," sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Starmer "membahayakan nyawa warga Inggris."

Baca juga: Rudal Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel di Dimona
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved